Khofifah: Kampung Tangguh, Embrio PPKM Mikro, Partisipasi Masyarakat

Khofifah Indar Parawansa, didampingi Pangdam Brawijaya, Kapolda Jatim, Bupati Madiun, Kapolres Madiun, Dandim 0803 Madiun dan Kades Ngale tengah memberikan pernyataan kepada wartawan, seputar PPKM Mikro. (Foto: Agoes Basoeki)

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan terdapat dampak signifikan dalam menekan penyebaran Covid-19 selama PPKM di Jawa Timur. Karenanya, sesuai arahan bapak Presiden Joko Widodo terkait PPKM Mikro, Pemprov Jatim berkomitmen untuk melaksanakan PPKM Mikro dengan modal sosial.

“Hal itu dipupuk sejak 8 bulan lalu, melalui Satuan Kampung Tangguh. Jadi kami berkomitmen melaksanakan PPKM Mikro melalui salah satu embrio yaitu Kampung Tangguh,” ujar Khofifah di Kampung Tangguh Semeru di Desa Ngale, Kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun, Minggu (7/2) siang.

Turut hadir Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. Selama di Desa Ngale, Khofifah dan rombongan menerima penjelasan seputar Kampung Tangguh oleh Kades Ngale Lilik Indarto Gunawan.

Baca:  Sejumlah Pedagang Positif Covid 19, Pasar Besar Kota Madiun Ditutup

Menurutnya Kampung Tangguh sendiri adalah inovasi diciptakan oleh Polda Jatim bersama dengan dukungan Pemprov Jatim, Kodam V Brawijaya dan Pemerintah Kota/Kabupaten dan Perguruan Tinggi. Hal itu untuk menciptakan satuan terkecil berbasis partisipasi masyarakat mampu bergotong-royong dalam penanganan Covid-19.
Inovasi itu, tambahnya, sesuai dengan rekomendasi Badan Kesehatan PBB (WHO) penanganan Covid-19 harus dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Kampung Tangguh dapat berbasis RT, RW, kelurahan maupun desa. Kampung Tangguh sudah ada di Jatim itu adalah suatu bentuk kearifan lokal membantu masyarakat melaksanakan edukasi protokol kesehatan Covid-19.

“Kebersamaan dalam pelaksanaan Kampung Tangguh bisa menciptakan empathy building dan social bonding dalam pelaksanaan PPKM Mikro serta untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Untuk diketahui, per tanggal 07 Februari 2021, jumlah Kampung Tangguh di Jawa Timur mencapai 3.160 dan diharapkan terus bertambah.

Baca:  Puluhan Penghuni Panti Asuhan di Trenggalek Dilatih Ketrampilan

PPKM Mikro

Menyinggung pelaksanaan PPKM Mikro, mantan Menteri Sosial itu mengatakan berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 3 tahun 2021, Jawa Timur termasuk dalam daerah mendapatkan instruksi untuk pelaksanaan PPKM Mikro. Ada pun daerah prioritas Malang Raya, Surabaya Raya dan Madiun Raya.

Pemberlakuan PPKM Mikro dilaksanakan 9-22 Februari 2021 nanti, disusul Rapat Koordinasi jajaran Pemprov Jatim, daerah dengan jajaran pemerintah pusat.

“Kami harapkan pelaksanaan PPKM Mikro ini nantinya bisa berjalan lancar dengan dukungan seluruh elemen baik TNI, POLRI dan masyarakat. Utamanya, terus memperkuat dan memberdayakan keberadaan Kampung Tangguh memang sudah kita terapkan di Jatim,” pungkas orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Terpisah, Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputra menyatakan siap melaksanakan PPKM Mikro didaerahnya. “Kami pasti siap melaksanakan PPKM Mikro, bekal awal sudah ada yaitu Kampung Tangguh,” ujarnya singkat.(ags)

Baca:  TV Meledak, Rumah Ludes Terbakar