Pindah Kos di Surabaya, Buronan Yani Uti Puspita Ditangkap Kejari Tanjung Perak

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Seorang terpidana dalam kasus korupsi yang sempat menjadi buronan kembali ditangkap Tim Intelijen dan Pidsus dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak. Buronan kali ini yang ditangkap adalah Yani Uti Puspita, terpidana kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS).

Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak, M. Ali Rizza mengungkapkan pihaknya melakukan penangkapan terhadap Yani Uti berdasarkan Putusan MA No 1784K/Pidsus/2013 tanggal 21 April 2014. Dimana dalam putusan, terpidana Yani Uti dinyatakan bersalah dan divonis penjara selama 5 Tahun dan denda Rp.200.000,000, Subsider 6 bulan serta uang Pengganti sebesar Rp. 2.278.031.934,74.

“Berdasarkan putusan MA, Yani terbukti melanggar pasal 2 ayat 1 UU Tipikor Jo pasal 55 ayat 1 Jo Pasal 64 KUHP,” ungkapnya dikutip Kanalindonesia.com, Senin (8/2/2021).

Terpidana Yani ditangkap tim tabur (tangkap buron) Kejari Tanjung Perak di sebuah kos-kosan Jalan Banyu Urip Kidul Gg V No.16 RT/RW:03/05 Surabaya sekitar pukul 14.00 WIB.

Rizza menambahkan sebenarnya penangkapan terpidana Yani Uti Puspita ini tak beda jauh dengan terpidana lainnya yakni selalu memilih berpindah-pindah tempat tinggal.

Namun untuk terpidana perkara korupsi Pengadaan barang dan Jasa di PT Dok perkapalan Surabaya Tahun 2009 ini cukup unik.

Yani Uti Puspita lebih memilih tinggal di rumah kos-kosan sehingga tak perlu mengurus ijin domisili ke perangkat daerah.

“Pencarian DPO (Yani Uti Puspita) sempat menyulitkan Jaksa karena terpidana berpindah-pindah dari tempat tinggal asal dan tidak lagi berdomisili di rumahnya dan memilih tinggal di kos-kosan,” ungkap Rizza.

Nah, untuk memastikan kebenaran dari DPO yang sudah terendus bertempat tinggal di kos-kosan jalan Banyu Urip kidul Gg V/16 RT 3 RW 5 Kamar No 2 Surabaya ini, kata Rizza, pihaknya juga melibatkan perangkat kampung.

“Penangkapan di saksikan langsung oleh ibu Mila ketua RT 5 RW 03 Banyu urip Kec Sawahan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dan Terpidana sangat kooperatif,” jelsnya.

Usai ditangkap, terpidana langsung dijebloskan ke cabang rumah tahanan di jalan A Yani Surabaya.

“Terpidana selanjutnya langsung di bawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk dilakukan tes kesehatan selanjutnya di titipkan sementara di Rutan Kejati Jawa timur,” pungkasnya. Ady