Masuk Zona Merah, Satgas Covid Jombang Berlakukan PPKM Mikro di Tujuh Desa. Kampung Tangguh Aktif Lagi

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Kembali masuk zona merah, Satgas (Satuan Tugas) Covid 19 Kabupaten Jombang, akan berlakukan PPKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala Mikro di tujuh desa dengan kasus konfirmasi positif 10 orang setiap desa.

Pemberlakuan PPKM Mikro ini dilakukan, sebagai langkah antisipasi pengurangan aktifitas warga, juga melihat Kabupaten Jombang yang kembali berstatus zona merah dengan resiko penyebaran Covid 19 tinggi.

Koordinator Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Jombang Budi Winarno menjelaslan ada tujuh desa di dua kecamatan yang akan diterapkan PPKM Mikro.

“Ada tujuh desa diantaranya, Desa Jombatan, Sengon, Kepatihan, Kepanjen, Candimulyo, Plandi, di Kecamatan Jombang dan satu desa, yaitu Desa Rejoagung di Kecamatan Ploso,” ucapnya pada wartawan saat dihubungi pada Kamis (10/2/2021).

Tujuh desa yang nantinya akan diterapkan PPKM Mikro ini bukan tanpa alasan. Melainkan kawasan yang sudah masuk zona merah, dengan kasus positif Covid di setiap desa mencapai 10 orang.

“Wajib melakukan PPKM Mikro. Nanti setiap Puskesmas di kecamatan tersebut akan membantu tracing. Selain itu nantinya pihak desa juga akan membantu proses identifikasi dan pengecekan apakah nantinya warga yang positif Covid tempat isolasi mandirinya layak atau tidak,” ungkapnya.

Baca:  Ratusan Guru TK Belum Dapat Tunjangan, Ini Komentar Kepala Disdik Jombang

Lalu, jika nanti ada pasien yang tidak melakukan isolasi mandiri ataupun tempatnya tidak layak, maka akan di isolasi di puskesmas setempat.

“Selain itu nantinya akan ada cek point ditingkat RT dimana akan ada Posko cek point yang hanya akan terlihat di kawasan dalam kategori zona merah,” ujarnya.

Pembatasan jam aktifitas.

Budi menegaskan, PPKM Mikro ini dilakukan untuk meminimalisir aktifitas masyarakat. Khususnya di tujuh desa tersebut. Hal ini juga akan berimbas pada pedagang yang jam jualannya akan dibatasi.

“Akan dibatasi sampai pukul 21.00 WIB. Aktiftas peribatan juga dibatasi 50 persen, WFH (Work From Home) juga dibatasi menjadi 50 persen dari sebelumnya 75 persen,” jelasnya.

Pemberlakukan PPKM Mikro sudah di mulai kemarin Rabu (9/2) sampai 22 Februari 2021 mendatang. Artinya ada proses untuk menekan penyebaran covid dengan cara ini.

Baca:  Sekda Angkat Bicara : KPK Mencari Bukti Dugaan Korupsi Jombang Bukan Nganjuk

Program Kampung Tangguh Aktif Kembali.

Sementara itu, Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho menyebut dengan diberlakukannua PPKM Mikro ini, akan di aktifkan lagi program kampung tangguh.

Hal tersebut dilakukan sesuai surat edaran bupati dan Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 3 Tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM Mikro serta pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid 19.

Kampung tangguh akan di aktifkan kembali bersama Kapolres, Dandim, untuk setiap desa maupun kelurahan di Jombang membuat kampung tangguh. “Kita akan aktifkan kembali kampung tangguh di semua desa se-Jombang. Dengan harapan mampu meminimalisir penyebaran Covid di Jombang,” ucap Kapolsek asal Nganjuk ini, saat dikonfirmasi wartawan.

Kabupaten Jombang sendiri, masuk dalam zona merah dengan resiko penyebaran Covid tinggi. Sebab itu, harus menerapkan PPKM Mikro. “Kami mengimbau supaya masyarakat disiplin protokol kesehatan serta disiplin menerapkan 5M. PPKM juga akan diterap jam malam lebih ketat dibandingkan sebelumnya,” katanya.

Baca:  Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan, Lumpuhkan Residivis Rumah Kosong

Nantinya, semua aktifitas masyarakat akan dibatasi saat pemberlakuan PPKM Mikro. Seperti pembatasan jam aktifitas warga yang hanya akan dibatasi sampai pukul 20.00 WIB atau jam 8 malam.

Sedangkan, untuk proses pengamanan pihaknya akan tetap melakukan operasi yustisi gabungan dengan mobiling ke beberapa titik. “Sesuai dengan surat edaran Bupati Jombang, pemberlakuan PPKM Mikro semua kegiatan yang ada di Jombang akan ditutup setiap pukul 20.00 WIB,” pungkasnya.

Data yang dilansir dari Dinas Kominfo Provinsi Jatim, saat ini Kabupaten Jombang jadi satu-satunya kabupaten/kota di Jatim yang berada dalam zona merah. Artinya resiko penyebaran Covid 19 tinggi.

Kabupaten Jombang, menempati posisi ke 8 dengan tingkat penyebaran kasus terbanyak dari 20 kabupaten/kota di Jatim. Dilansir dari Data Dinkes Jombang hari Selasa (9/2) kemarin, angka kasus terkonfirmasi positif mencapai 3.731 kasus.(GIT)