FRMJ : Polisi Jangan Nunggu Dapat Sorotan, Baru Kejar DPO

Caption foto : kliping pemberitaan salah satu media cetak, terkait masalah penggelapan Mobil

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Langkah Kepolisian Polres Jombang dalam melakukan upaya penangkapan 4 pelaku lain, yang statusnya kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), dalam perkara persetubuhan dibawah umur dengan korban ES (13) asal Wonosalam, diapresiasi oleh aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ).

Meskipun terlambat serta menuai sejumlah kritikan maupun sorotan publik, langkah perburuan DPO ini, menurut ketua LSM FRMJ yakni Joko Fattah Rockim, berharap langkah ini jangan hanya untuk kasus persetubuhan dibawah umur Wonosalam, namun DPO dalam perkara lain juga harus diburu, seperti kasus persetubuhan dibawah umur yang pernah ditangani oleh Polsek Kudu dan ditangani di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jombang.

Baca:  Pelaku Begal di Bangkalan Wajah Baru, Pemain Lama Sudah Pindah Keluar Kota

“  langkah perburuan DPO memanglah baik dan tepat, karena jarang-jarang DPO di buru, meskipun harus menunggu disorot oleh media maupun masyarakat, namun saya beraharap pada kepolisian jangan hanya kasus wonosalam yang diburu DPO nya, tetapi kasus-kasus lain yang pelaku utamanya mash DPO juga harus diburu,” ujarnya.(22/03/2017)

Masih menurut Fattah,” seperti halnya kasus perkosaan dibawah umur, yang pernah ditangani Polsek Kudu dan dilimpahkan di PPA Polres Jombang, pelaku utamanya juga masih belum ditahan karena melariakan diri, statusnya juga DPO,itu juga harus diburu,” tegasnya.

Saat disinggung soal apakah, perlu DPO dalam kasus lain yang masih belum tertangkap, juga ikut menjadi prioritas Kepolisian Polres Jombang, selain kasus persetubuhan dibawah umur Wonosalam, pada kanalindonesia.com pria yang akrab disapa Cak Fattah ini mengatakan,” sangat perlu, para pelaku-pelaku tindak pidana apapun yang melarikan diri, dan statusnya DPO harus tetap menjadi prioritas Kepolisian Polres Jombang, karena ini bisa menjadi bentuk profesionlisme Polisi dalam menjalankan tugas dan kewajibannya,” paparnya.

Baca:  Antisipasi Konflik Sengketa Lahan, Kapolres Lumajang Gagas Pemanfaatan Program Hutan Sosial

Lanjut Fattah,” seperti hal nya kasus penggelapan Mobil Daihatsu Xenia dengan nomor polisi AG 945 DN dengan tersangka Sugeng Mulyo (35), laki-laki alamat Dusun Jalak, Desa Banjardowo, Kecamatan Kabuh, yang masuk dalam daftar pencarian orang nomor : DPO/76/XII/2014/Satreskrim, sampai saat ini juga pelaku utama, belum ditemukan, maupun barang buktinya, namun sudah ada pelaku lain yang dikorbankan dengan vonis hukuman 2 tahun,” keluhnya.

Perlu diketahui bahwa Prosedur DPO Dalam Perkap 14 Tahun 2012 dan Perkaba No 3 Tahun 2014. Langkah-langkah Penerbitan Daftar Pencarian Orang (DPO):

  1. Bahwa Orang yang dicari benar-benar diyakini terlibat sebagai Tersangka Tindak Pidana berdasarkan alat bukti yang cukup, dan diancam dengan pasal-pasal pidana yang dipersangkakan kepadanya, setelah diputuskan melalui proses gelar perkara terhadap perkara yang sedang dilakukan penyidikannya;
  2. Terhadap Tersangka yang diduga telah melakukan Tindak pidana, telah dilakukan pemanggilan dan telah dilakukan upaya paksa berupa tindakan penangkapan dan penggeledahan sesuai perundang-undangan yang berlaku, namun Tersangka tidak berhasil ditemukan;
  3. Yang membuat dan menandatangani DPO adalah penyidik atau penyidik pembantu, diketahui oleh atasan penyidik/penyidik pembantu dan atau Kasatker selaku penyidik;
  4. Setelah DPO diterbitkan tindak lanjut yang dilakukan penyidik adalah: a) mempublikasikan kepada masyarakat melalui fungsi Humas diwilayahnya; b) mengirimkan ke Satuan Polri lainnya dan wajib meneruskan informasi tersebut kejajaran untuk dipublikasikan.(elo)
Baca:  PilotT50i Golden Eagle Meninggal