Tanah Longsor Nganjuk, 20 Warga Ngetos Hilang, 8 Rumah Rusak Berat

NGANJUK, KANALINDONESIA.COM: Dua puluh warga dinyatakan hilang dalam peristiwa tanah longsor di Desa/ Kecamatan Ngetos, Nganjuk, Minggu malam (14/02/2021), sekitar pukul 18.30 WIB.

Selain itu peristiwa yang dipicu hujan deras dalam waktu yang relatif lama tersebut juga mengakibatkan 8 unit rumah warga di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur mengalami rusak berat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk melaporkan selain  mengakibatkan 20 warga setempat hilang juga 14 lain luka-luka.

Warga yang mengalami luka-luka telah mendapatkan perawatan di Puskesmas.

BPBD dengan dukungan pihak terkait lainnya melakukan upaya penanganan darurat, seperti pencarian dan evakuasi korban hilang. Tim gabungan juga melakukan evakuasi warga terdampak di sekitar lokasi.

Baca:  Jelang Akhir Tahun 2019, Kejari Bangkalan Musnahkan Ratusan BB Berstatus Inkrah

BPBD setempat terus melakukan pemantauan pascabencana dan kaji cepat di lapangan.

Sementara itu, wilayah lain di Provinsi Jawa Timur mengalami banjir. BPBD Kabupaten Pasuruan melaporkan banjir terjadi di sejumlah desa di 3 kecamatan. Banjir dipicu salah satunya hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kondisi tersebut berdampak debit air Sungai Kedunglarangan di Kecamatan Bangli, Sungai Rejoso di Kecamatan Winongan dan Kecamatan Grati meluap.

Banjir terpantau berlangsung pada Minggu malam (14/2), pukul 23.50 waktu setempat.

Berikut beberapa desa terdampak di 3 kecamatan, yaitu Desa Satak, Tambaka, Kalianyar, Kalirejo dan Masangan (Kecamatan Bangli), Desa Bandaran dan Prodo (Kecamatan Winongan) dan Desa Kebrukan (Kecamatan Grati).

Korban Jiwa tercatat 294 KK terdampak dan sebanyak 357 jiwa mengungsi. Mereka yang mengungsi di Masjid Al-Islah sebanyak 116 jiwa dan 148 jiwa di TK Setia Budi. Sedangkan ratusan rumah warga terdampak dengan tinggi muka air banjir sekitar 70 cm.

Baca:  Warga Wringinanom Gresik Dibekuk Satreskoba Polres Gresik

BPBD dan unsur-unsur terkait lain telah melakukan upaya penanganan darurat kepada masyarakat terdampak.