Kasus Covid Meroket, IDI Jombang Sebut ada Kesalahan Pengelolaan Data

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Kasus terkonfirmasi positif Covid 19 di Jombang tinggi dan jadi satu-satunya Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang berstatus zona merah, disebut Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Jombang, Dr Iskandar Zulkarnain, ada kesalahan pada pengelolaan data.

Hingga kemarin, Senin (15/2) dari data Dinkes Jombang, angka positif Covid di Jombang mencapai 4.160 kasus.

“Lonjakan kasus positif (300 orang sehari) dan meninggal (60 orang sehari) beberapa hari yang lalu, menurut saya lebih karena masalah pengelolaan data,” ucapnya saat dikonfirmasi wartawan lewat pesan singkat pada Selasa (16/2/2021).

Kasus positif yang terbilang tinggi ini, menurutnya bukan gambaran dari penambahan kasus Covid hari itu juga, melainkan ada data tambahan pasien yang belum terdata.

Baca:  Diduga Bangunan Front One Syariah Inn, Tak Kantongi Izin

“Ada data penambahan pasien positif covid yang belum sempat terdata, juga hasil tes PCR yang lama keluarnya,” bebernya.

Iskandar melanjutkan, dikatakan hal tersebut, karena akumulasi data sebelumnya yang dikeluarkan bersamaan. “Artinya, kemungkinan cuma karena akumulasi data dari waktu-waktu sebelumnya yang dikeluarkan bersamaan. Jadi lebih kepada manajemen pengelolaan data dan informasi,” ujarnya.

Juga, laporan dari rumah sakit yang merawat pasien Covid maupun laboratorium yang memeriksa spesimen covid, dalam dua minggu terakhir ini justru ada trend penurunan kasus. “Namun, untuk kepastiannya silakan hubungi dinas kesehatan sebagai pengelola data dan informasi,” katanya.

Data dari Dinas Kominfo Jatim update per 14 Februari 2021, selama 5 hari terakhir, di Jombang ada lonjakan pasien dengan terkonfirmasi positif sebanyak 455 pasien. Sementara itu, Kabupaten Jombang juga menjadi satu-satunya Kabupaten/Kota yang berstatus zona merah dengan resiko penyebaran tinggi.(GIT)

Baca:  Ribuan Santri Trenggalek Turun ke Jalan