Optimalkan Penekanan Laju Penularan Korona, Pemdes Wringinanom Gelar Sosialisasi PPKM Berbasis Mikro

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Hampir dua warsa korona melanda di Nusantara, hingga kini tak kunjung sirna.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, sejak awal pandemi hinggap di negeri ini, sampai detik ini terus di gencarkan untuk memutus mata rantai virus korona.

Mulai dari penyemprotan disinfektan, Pemberlakuan Sosial Berskala Besar (PSBB), himbauan terhadap masyarakat stay at home, physical distancing, membentuk relawan Satgas Covid-19, ops yustisi pendisiplinan peneraban protokol kesehatan.

Dan yang terbaru, pemerintah pusat telah mendatangkan vaksin Sinovac dari negara tetangga untuk obat antibodi, juga donor darah konvalesen bagi pasien covid 19 yang telah sembuh untuk di sumbangkan darahnya ke pasien yang masih terpapar.

Baca:  KH. Asep Saifudin Chalim: Sambutan Baik, Hingga Mendukung dan Memberi Wejangan- Wejangan kepada Anis.

Upaya ini pun di rasa masih kurang efektif, karena di tengah Pemberlakuan aturan yang di terapkan pada masyarakat di saat hidup berdampingan dengan virus korona ini.

Aktivitas masyarakat pun harus tetap berjalan, belakangan ini pemerintah telah menerbitkan kebijakan untuk memutus mata rantai virus korona ini dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau lebih dikenal PPKM.

Pada Selasa (16/02) Pemerintah Desa Wringinanom Kabupaten Gresik, Jawa timur gelar sosialisasi PPKM berbasis mikro.

Aturan peneraban PPKM skala mikro ini pun lebih longgar. Tidak seperti PPKM jilid satu dan dua.

Pada PPKM berbasis mikro, ada ketentuan pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan dalam rangka pengendalian Covid-19. Sebelumnya, ketentuan ini tidak ada pada PPKM jilid I dan II.

Baca:  KPK Kawal Penyerahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan di Gresik

Bertempat di pendopo Balai Desa Wringinanom, Gresik, tampak Kepala Desa Wringinanom Yoko memberikan arahan kepada sejumlah relawan satgas Covid yang hadir.

“Aturan yang diberlakukan dalam PPKM Mikro ini didasarkan pada zonasi Covid-19 suatu daerah, apakah masuk zona hijau, kuning, oranye, atau merah,”kata dia.

“Masyarakat juga dilarang berkumpul lebih dari 3 orang. Mobilitas warga untuk keluar masuk wilayah RT dibatasi maksimal pada pukul 21.00,”sambungnya.

Sementara itu, Camat Wringinanom Suwartono menyampaikan maksud dan tujuan di gelar sosialisasi PPKM skala mikro ini adalah, aktivitas. Masyarakat agar tetap berjalan ditengah hidup berdampingan dengan virus korona ini.

“Mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 3 Tahun 2021, PPKM Mikro diterapkan di 7 provinsi yang ada di Jawa-Bali yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali,” paparnya.

Baca:  Bapak dan Anak Asal Sidoarjo Sekongkol Edarkan Uang Palsu, Dibekuk Satreskrim Polres Gresik

“Kalau sebelumnya pada PPKM jilid II, jam operasional lebih longgar, hingga pukul 20.00 WIB. Aturan pada PPKM mikro lebih longgar lagi, di mana jam operasional mal/pusat perbelanjaan diizinkan hingga pukul 21.00 WIB. Aturannya lebih longgar, dengan 50 persen work from office dan 50 persen work from home,”pungkasnya.(Irwan_kanalindonesia.com)