Perkosa Tetangganya Sendiri, Pemuda Ngawi ini Diringkus Polisi

NGAWI, KANALINDONESIA.COM: Anggota Satreskrim Polres Ngawi mengamankan SP (30) warga Dusun Bendo, Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Ngawi lantaran telah melakukan pemerkosaan terhadap sebut saja Mawar(27) yang merupakan tetanganya sendiri.

Pelaku ditangkap polisi setelah beberapa jam sebelumnya melakukan aksi tidak senonoh terhadap tetangganya tersebut.

Kejadian bermula saat korban tengah tidur di rumah neneknya yang berlokasi di Dusun Bendo, Desa Tempuran. Pemerkosaan yang dilakukan pelaku terjadi sekitar pukul 02.00 WIB pada Selasa dini hari (16/2) lalu.

“Pemerkosaan yang dilakukan pelaku dengan modus mabuk atau dibawah pengaruh minuman keras. Lantas pelaku mendobrak pintu rumah yang didalamnya ada korban tengah tidur seorang diri,” terang Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta Pratama.

Baca:  Sasar Kawasan Wisata,Tim Ops Keselamatan 2018 Bagikan Stiker

Jelas Gusti Agung, setelah SP berhasil masuk rumah langsung memperkosa korban dengan memasukan alat kelaminnya sebanyak tiga kali. Karena korban berontak membuat alat kelamin pelaku lepas. Merasa tidak puas akan nafsu birahinya, lantas SP memasukan jari telunjuk tangan kanan ke kemaluan korban berulang kali.

Disebutkan juga, saat melakukan aksi pemerkosaan itu pelaku sempat membekap mulut korban menggunakan tangan demikian juga bantal agar tidak berteriak. Selain itu pelaku sambil membawa tongkat kayu yang dipakai korban untuk mengunci pintu sembari mengancam.

Kalimat ancamannya ‘Nek we bengok tak pateni sisan/apabila kamu berteriak akan saya bunuh sekalian’. Gusti Agung membenarkan, pemerkosaan yang dilakukan pelaku terhadap korban selama tiga jam lebih berakhir pukul 05.30 WIB. Dihadapan petugas, pelaku mengakui sudah mengincar korban sejak lama.

Baca:  Perdagangan Ikan Hiu Satwa Laut Dilindungi Pemerintah, Marak Terjadi Di TPI Desa Brenta Pesisir Pamekasan

“Saat pemeriksaan pelaku memang mengakui sudah mengincar korban sejak lama. Dengan mabuk itulah pelaku nekat memperkosa korban,” ungkap Gusti Agung.

Pelaku berhasil ditangkap oleh Reskrim Polsek Paron sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa kemarin, setelah korban melaporkan kasus pemerkosaan melalui saudara iparnya. Dengan demikian SP dijerat dengan Pasal 285 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun.