Unit Reskrim Polsek Sampung Ponorogo Ringkus Pelaku Illegal Logging

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Kepolisian Sektor (Polsek) Sampung Kepolisian Resort(Polres) berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku kasus illegal logging di petak 76.1 kelas hutan TBK bagian hutan Ponorogo barat RPH Sampung BKPH Sampung wilayah kerja KPH Madiun turut Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Dari kasus illegal logging tersebut, petugas mengamankan SRM, warga Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, dengan barang bukti 10 batang kayu jati berukuran 400 cm x 8 cm x 12 cm, 17 batang kayu jati berukuran 400 cm x 4 cm x 6 cm, 3 ikat dan per ikatnya berisi 10 batang kayu jati berukuran 300 cm x 2 cm x 4 cm, 1 buah gergaji dengan pegangan dari kayu.
dan 1 buah sabit.

Baca:  Polisi di Tulungagung ini Buka Angkringan, Keuntungan Disumbangkan ke Warga Yang Membutuhkan

Kapolsek Sampung IPTU Marsono mengatakan, penangkapan terhadap pelaku bermula saat pada hari Rabu(17/02/2021) sekira pukul 14.00 WIB, pelapor dengan Polter Perhutani melaksanakan patroli pengamanan hutan di petak 76-1 hutan TBK bagian hutan Ponorogo barat RPH Sampung BKPH Somoroto wilayah kerja KPH Madiun turut Desa Nglurup, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo menemukan 5 tunggak bekas pencurian, selanjutnya Unit Reskrim Polsek Sampung, Perhutani RPH Sampung beserta Petugas Polhutmob melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku atas nama SRM beserta barang buktinya berupa 10 batang kayu jati berukuran 400 cm x 8 cm x 12 cm, 17 batang kayu jati berukuran 400 cm x 4 cm x 6 cm, 3 ikat dan per ikatnya berisi 10  batang kayu jati berukuran 300 cm x 2 cm x 4 cm, 1 buah gergaji dengan pegangan dari kayu, 1 buah sabit. Selanjutnya pelaku tersebut beserta barang buktinya dibawa ke Polsek Sampung guna penyidikan lebih lanjut.

Baca:  Sehari, Satresnarkoba Polres Ponorogo Amankan Dua Pelaku Peredaran Pil Dobel L

“Atas kejadian tersebut pihak Perhutani mengalami kerugian Rp. 5.510.000,- ,”terang Kapolsek.

Lebih lanjut Iptu Marsono mengatakan, akibat perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal menebang, menguasai, mengeluarkan, membawa alat untuk menebang dan atau memiliki kayu yang diketahui atau patut diduga berasal dari kawasan hutan yang diambil atau dipungut secara tidak sah sebagaimana dimaksud dalam pasal 82,83,84, ayat (1) UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.