WNA Asal Palestina dan SWP Warga Ujungpandang di Borgol Satnarkoba Polresta Sidoarjo

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Penyalahgunaan narkoba hingga kini masih menjadi persoalan serius yang menjadi pekerjaan rumah untuk diselesaikan.

Aktivitas peredaran narkoba di Indonesia semakin meningkat. Pemerintah menyatakan perang terhadap narkoba.

Untuk itu Satuan Reserse Narkotika Dan Obat-obatan Terlarang (Satresnarkoba) Polresta Sidoarjo memburu para bandar, Pengedar, dan pengguna narkoba sampai ke akar-akarnya.Yang merusak masa depan anak bangsa.

Selain merusak masa depan, barang haram tersebut kalau masih beredar di Indonesia akan berdampak terjadinya Disintegrasi Bangsa. Dampak terbesar dan paling parah apabila narkoba tetap beredar di Indonesia, maka Disintegrasi Bangsalah yang akan terjadi di Indonesia.

Pada (11/2) polisi dapat menggulung pengedar/peracik tembakau sintetis di SPBU Tropodo, Sidoarjo dengan inisial SWP (21 tahun) warga Ujungpandang, Sulawesi yang indekos di perum griya Candra Mas, Sedati, Sidoarjo.

Baca:  Polresta Sidoarjo Berhasil Turunkan Angka Kriminalitas di Tahun 2020

Dari penangkapan SWP, polisi dapat menyita sejumlah barang bukti berupa 4 klip tembakau sintetis, dengan rincian 1 bungkus plastik klip dengan berat 2,53 gram, 1 bungkus plastik klip 37,61 gram, 2 bungkus plastik klip 163,02 gram.

SWP di ancam dengan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman minimal 4 tahun penjara.

Untuk tersangka KWMO (29 tahun) warga negara Palestina di tangkap Satresnarkoba Polresta Sidoarjo tanggal (11/2) pukul 20.00, di sebuah apartemen di kawasan Waru Sidoarjo. Dalam kondisi menggunakan ganja di kamarnya.

Saat konferensi pers berlangsung, Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deni Agung menyampaikan, anggota kita dapat membekuk kedua tersangka tersebut, di dua tempat yang berbeda.

Baca:  Hujan Semalaman Akibatkan Luapan Banjir dan Tanah Longsor

“Untuk warga negara Palestina tersebut sudah berada di Indonesia selama 2 tahun, paspornya pun sudah mati sejak tahun 2018 silam”kata dia.

“Untuk tersangka SW, ia adalah perancik tembakau sintetis sekaligus mengedarkan, untuk satu klipnya di jual 100 ribu rupiah,”lanjutnya.

Tersangka KWMO di jerat dengan pasal 112 ayat (1),dan pasal 127 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dari tangan KWMO polisi dapat menyita barang bukti berupa 3 putung rokok sintetis sisa di hisap, sebuah handphone merk Samsung, satu bungkus plastik klip dengan berat 4,44 gram.(Irwan_kanalindonesia.com)