Subdit I Ditresnarkoba Polda Jatim Bekuk 2 Pengedar Sabu Seberat 6 Kilogram di Surabaya dan Sidoarjo

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Peredaran narkoba berhasil digagalkan Anggota Subdit I Ditresnarkoba Polda Jatim. Alhasil dua pengedar narkoba jenis sabu seberat 6 kilogram diamankan.

Dua pelaku yang diamankan adalah IS alias J (35) warga Kupang Gunung Jaya, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan dan ES (27), warga Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, bahwa penangkapan terhadap dua pelaku berawal dari informasi masyarakat, dimana di wilayah Putat Jaya sering digunakan untuk transaksi narkoba.

“Dari hasil penyelidikan laporan tersebut, tersangka berinisial IS ditangkap anggota Subdit I Ditresnarkoba di Jalan Kupang Gunung Timur, sekitar pukul 16.00 WIB,” terang Gatot didampingi Wadirresnarkoba AKBP Aris Supriono dengan Kasubdit I Ditresnarkoba Kompol Daniel Marunduri di Mapolda Jatim, Kamis (18/2/2021).

Dari tangan pelaku IS, polisi mengamankan 22,81 gram sabu. IS mengaku, barang haram tersebut diperoleh dari HRS (DPO), salah seorang bandar narkoba.

Setelah mengantongi keterangan IS, polisi melakukan pengembangan. Keberadaan HRS itu pun belum berhasil ditemukan. Namun disisi lain, Tim dari Subdit I dibantu anggota Ditresnarkoba Polda Jatim mengamankan salah satu buah HRS, berinisial ES.

“Pelaku ES sendiri diringkus di rumah kontrakannta yang berada di Jalan Raya Suko Legok, Desa Legok Suko, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. Polisi amankan sabu seberat 5.521 gram,” jelas Gatot.

Kepada petugas, kedua pelaku mengaku sabu-sabu tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Kota Surabaya dan sekitarnya dengan harga Rp900 ribu per gram.

“Jadi kalau ditotalkan Rp900 ribu kali enam kilogram itu jumlahnya lebih banyak lagi,” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama, Kasubdit I Ditresnarkoba Kompol Daniel Marunduri menambahkan, sabu-sabu yang diamankan dari pelaku dibungkus dengan teh china.

“Ada 5 (lima) bungkus sabu yang dibungkus dengan teh China dengan berat 5,521 gram serta 7 (tujuh) bungkus plastik klip berisi narkoba dengan berat 455 gram,” kata Daniel dikutip Kanalindonesia.com saat rilis berlangsung, (18/2).

Kompol Daniel menegaskan bahwa sampai hari ini, pihakya akan terus mengembangkan kasus peredaran narkoba dan memburu keberadaan HRS.

“Sekarang tim kami masih melakukan pengembangan di lapangan,” tegasnya.

Selain HRS, lanjut Daniel masih ada dua pelaku yang masih menjadi DPO. Yakni RMB dan SNY. Dua nama pelaku itu disebutkan oleh pelaku ES saat diinterogasi petugas.

Tersangka ES sendiri mengaku sudah dua kali menerima sabu dari RMB untuk diedarkan. Jika berhasil, tersangka ES akan mendapatkan imbalan sebesar Rp 50 juta.

“Kini anggota juga masih memburu dua tersangka lain yang diduga menjadi bandar besar sabu,” pungkasnya.

Dari perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup. Ady