Miliki 4 Ons Lebih Sabu dan Ribuan Pil. Pasangan Suami Istri Bandar Sabu Diringkus Polisi

JOMBANG, KANALINDOESIA.COM: Jadi bandar sabu, sepasang suami istri di Jombang diringkus Satresnarkoba Polres Jombang usai terbukti miliki 4 ons lebih sabu dan ribuan butir pil dobel L.

Kasus mencengangkan ini diungkap pihak Satresnarkoba Polres Jombang pada Rabu (17/2) sekitar pukul 01.00 WIB. Pasangan suami istri tersebut ialah Eko Faris Handryanto (27) alias Domber beserta sang istri, Valupi Widiawati (22). Keduanya merupakan warga Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Jombang.

Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Moch. Mukid menyebut, pasangan suami istri tersebut diringkus di rumahnya, Desa Gambiran, Mojoagung. Penangkapan dilakukan karena keduanya sudah jadi Target Operasi (TO) atas kasus narkotika golongan 1 obat-obatan keras berbahaya (Okerbaya).

Baca:  KPUD Magetan Tetapkan 3 Pasangan Calon Bupati dan wakil 

“Keduanya merupakan pengembangan terkait pelaku lain sebelumnya, dari hasil penyelidikan kemudian berhasil dilakukan penangkapan berikut barang buktinya,” ucap Mukid pada wartawan pada Jumat (19/2/2021).

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti di bawa ke kantor Satresnarkoba Polres Jombang untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Selain itu, beberapa barang bukti juga telah diamankan. Diketahui, pasangan suami istri ini meraup milyaran rupiah dari usahanya menjajakan sabu.

“Total berat kotor keseluruhan sabu 408,93 gram atau empat ons lebih, juga diamankan keseluruhan pil dobel L sebanyak 128 botol berisi 128.000 butir,” bebernya.

Lalu satu buah timbangan digital warna hitam, 2 pak plastik klip kosong, 1 buah gunting warna hitam, 1 buah isolasi warna merah, 1 buah isolasi warna coklat, seperangkat alat hisap sabu yang sudah terangkai dengan pipet kaca (bong).

Baca:  Kecelakaan Karambol di Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek, Tewaskan Pengendara Motor

“Juga diamankan 2 buah HP yaitu merk Oppo warna putih kombinasi hitam dan HP merk Oppo warna putih kombinasi hitam masing-masing berikut sim cardnya. Keseluruhan barang bukti ditafsir senilai Rp 1 Milyar,” paparnya.

Kedua pasangan ini dijerat Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) yo Pasal 132 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dan dengan sengaja turut serta melakukan tindak pidana mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 196 UURI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” jelasnya.(GIT)