Universitas Muhammadiyah Lamongan Punya Potensi Untuk Besar dan Maju

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Berkembang untuk maju dan juga besar adalah cita cita dari setiap Universitas yang baru berdiri. Dan keinginan itu juga ada pada Universitas Muhammadiyah Lamongan.

Kampus yang berdiri megah di pinggir jalan raya nasional sebelah barat kota Lamongan sangatlah strategis karena mudah untuk dijangkau. Dan keinginan itu juga dilontarkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya Dr dr Sukadiono MM dalam baitul arqam dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) secara daring via Zoom Clouds Meeting (18/2).

Menurut Pak Suko sapaan akrab Rektor Unmuh Surabaya ini, Universitas Muhammadiyah Lamongan ini karena letak strategis kabupaten Lamongan serta kabupaten Lamongan dianugerahi sumber daya alam yang sangat luar biasa.

Baca:  Era New Normal Pasar Tradisonal Tetap Berperan Vital Membangun Perekonomian Rakyat

“Lahan pertanian yang luas, industri sepanjang pesisir pantura, perikanan, perkebunan, dan tambak. Belum lagi ada amal usaha Muhammadiyah yang cukup banyak di bidang pendidikan. Bandingkan dengan Surabaya yang hanya mempunyai mall dan hotel,” ujarnya.

Keunggulan tersebut perlu diimplementasikan dengan mengoptimalkan sumber daya kampus. Menurutnya, Umla harus menjadi center of execelent untuk kemanfaatan masyarakat. Tentu ini perlu didukung dosen-dosen muda yang petensial dan memiliki kinerja yang bagus. ujar Dr dr Sukadiono MM yang juga menjabat bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Muhammadiyah yang dikenal dengan amal amal usahanya diantaranya PTM/Aiyiyah sebanyak 164 dengan prodi sebanyak 1.843 (D1-S3). Jumlah mahasiswa sebanyak 554.201 orang. Dosen sebanyak 17.117 orang.

Baca:  Kapolda Jatim Diajak Pangkoarmada II Keliling Melihat KRI Bima Suci

Lembaga pendidikan TK, PAUD, KB 22.000, SD/MI 2.766, SMP/MTs 1.826, SMA/SMK 1.407, panti asuhan 384, Pondok pesantren 356, masjid/mushola 20.198 dan RS/Klinik sebanyak 364,” tambahnya.

pengelolaan amal usaha Muhammadiyah hendaknya dijadikan sebagai sarana dakwah.

“Hal ini mengingat bahwa Muhammadiyah mempunyai ciri sebagai gerakan Islam, gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi mungkar, gerakan tajdid dan dakwah, ujar mantan Direktur Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya.

Jurnalis : Fatta
Kabiro : Ferry Mosses