Satu Keluarga Terjerat Narkoba, Pidana 20 Tahun Menanti

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Terjerat kasus penyalahgunaan narkotika, satu keluarga di Jombang terancam hukuman penjara 20 tahun.

Hal itu disebabkan, satu keluarga yang melibatkan orang tua, anak dan menantu ini terbukti memiliki total sabu seberat 409,51 gram dan 128 ribu butir pil dobel Y.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan empat tersangka ini ditetapkan dari dua kasus narkotika yang diungkap. Empat tersangka diantaranya dua pria dan dua wanita, masih satu keluarga.

“Tersangka pertama yaitu Joko Hariyanto (46) dan Anik Wijayanti (40). Joko adalah warga Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto bekerja sebagai pengrajin patung, merupakan mantan suami dari Anik, warga Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang,” ucapnya pada wartawan saat pres rilis ungkap kasus Narkoba di Mapolres Jombang pada Selasa (23/2/2021).

Baca:  Warga Sumberwudi¬†Manfaatkan Limbah Plastik Menjadi KerajinanTas Cantik

Kemudian kedua anaknya yaitu, menantu, Eko Faris Handryanto (27) alias Domber beserta sang istri, Valupi Widiawati (22). Keduanya merupakan warga Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Jombang.

Keuntungan Capai 1 Milyar.

Empat tersangka yang diamankan, diantaranya dua sebagai pengedar yaitu Eko dan istirnya Valupi. Sedangkan, Joko dan Anik sebagai pemakai. Para tersangka ini, diungkap Agung, menjalankan bisnis terlarang ini baru dua bulan.

“Yang jadi pengedar dua anaknya. Sementara untuk kedua orang tuanya ini pemakai. Mereka ini menjalankan aksinya selama dua bulan ini” kata Agung.

Selama menjalankan bisnis narkotika ini, keuntungan yang didapatkan mencapai milyaran rupiah “Dari hasil mengedarkan sabu ini untung yang didapat hampir Rp 1 Milyar,” ungkapnya.

Miliki Ratusan Gram Sabu dan Ribuan Pil.

Baca:  Tanamkan Semangat Prestasi, Plt Bupati Trenggalek Pimpin Upacara Peringatan Lahir Pancasila

Para tersangka, dari hasil investigasi. Terbukti memiliki ratusan gram sabu dan ribuan pil dobel Y serta beberapa barang bukti lain.

“Dari penangkapan tersangka, total barang bukti yang diamankan yaitu total 409,51 gram sabu, kemudian Pil doble Y di dalam 128 botol dan isinya sebanyak 128 ribu. Pipet kaca 1 buah, korek api 5, hp 4 unit dan alat hisap 2 buah, uang Rp 700 ribu,” terangnya.

Dari Joko dan Anik diamankan 1 plastik klip diduga berisi sabu dengan berat kotor (0,27 gram), 1 buah potongan sedotan yang didalamnya terdapat 1 plastik klip berisi sabu dengan berat kotor (0,31 gram).

“Satu buah pipet kaca diduga masih ada sisa sabu habis dipakai dengan berat kotor (1,80 gr), 1 buah botol bekas yang sudah terakit dengan sedotan sebagai alat hisap sabu (bong), 1 buah korek api, uang tunai sebesar Rp 700 ribu, 2 buah HP yaitu merk Samsung warna biru dan HP merk Vivo warna hitam masing-masing berikut sim cardnya,” ujarnya.

Baca:  Artis KDI Diciduk Aparat Saat Menghisap Sabu - Sabu Dikamar Kos

Lalu dari Eko dan Valupi ada total berat kotor keseluruhan sabu 408,93 gram atau empat ons lebih, juga diamankan keseluruhan pil dobel L sebanyak 128 botol berisi 128.000 butir.

Pidana 20 Tahun.

Perbuatan melanggar hukum yang dilakukan para tersangka ini, mengundang ancaman hukuman berat karena telah melanggar pasal 114 ayat (1) Jo. pasal 112 ayat (1) Jo. Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Untuk hukumannya, kita jerat dengan pasal 114 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkas Agung.(GIT)