Melalui Virtual, Korem 174/ATW Bersama Forkopimda Ikuti Pengarahan Presiden RI Perihal Pengendalian Hutan dan Lahan

MERAUKE, KANALINDONESIA.COM Kasrem 174/ATW  Kolonel Inf Agustinus Dedy Prasetyo mewakili  Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko bersama Forkopimda Kabupaten Merauke menghadiri  Pengarahan Presiden Republik Indonesia Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2021
di ruang Winay Lantai 3 Kantor Bupati Merauke, Jl. Brawijaya, Distrik Merauke, Kab. Merauke, kemarin.

Video Conference dalam rangka Pengarahan Presiden Republik Indonesia Tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2021 oleh Ir. Joko Widodo (Presiden Republik Indonesia) yang di ikuti oleh unsur Forkompimda Kab. Merauke Ruslan Ramli, S.E., M.Si (Plh. Bupati Kab. Merauke/Sekda Kab. Merauke), AKBP Ir. Ahmad Untung Surianata (Kapolres Merauke), I Wayan Sumertayasa, S.H (Kakejari Merauke), Kolonel Enjang, S.I.P (Kasi Intel Korem 174/ATW), Letkol Inf Ganiahardi (Kasi Ter Korem 174/ATw, Letkol Czi Muh Rois Susilo, S.T (Dandim 1707/Merauke) dan Elias Refra (Kasat Pol PP Merauke).

Baca:  Update Gempa M6,2 Majene, Delapan Meninggal Dunia dan Lebih dari Enam Ratus Warga Luka-Luka

Kegiatan Vicon tersebut dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 diawali oleh laporan Prof. Dr Mahfud MD (Menkpolhukam RI) bahwa pihaknya telah melakukan evaluası bersama dan mendapatkan amanah untuk mengendalıkan kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) bersama perangkat daerah dı Provınsı yang rawan Karhutla sehingga perlu dılakukan upaya deteksı dını, patrolı terpadu dan pengendalıan pemadaman dısetıap tıtık apı yang muncul dengan melaksanakan penetapan sıaga darurat lebıh dını serta melakukan upaya penegakan hukum bagı pelaku pembakaran hutan dan lahan .

Sementara itu dalam pengarahan Presiden RI menyampaikan secara tegas dan mengingatkan kepada para pejabat Gubernur, Bupati, Walikota, Pangdam, Kapolda, Danrem, Dandim dan Kapolres terutama kepada pejabat-pejabat baru yang berada di daerah rawan bencana Karhutla apabila di wilayah ada kebakaran dan membesar serta tidak tertangani dengan baik maka akan beresiko kepada pencopotan jabatan.@wn

Baca:  Presiden Jokowi Buka Munas VI Apeksi secara Virtual di Istana Negara