Pembelajaran Tatap Muka Tingkat SD dan SMP di Jombang Ditunda

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menunda pelaksanaan belajar tatap muka tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Alasannya, karena pihak sekolah belum siap melaksanakan hal tersebut dan kasus Covid-19 di daerah ini masih tinggi.

Pelaksanaan belajar tetap muka tingkat SD dan SMP di Jombang belum dapat kita laksanakan. Mengingat status penyebaran Covid-19 yang masih tinggi dan Pemkab tengah berupaya dan fokus penanganan kasus Covid-19 agar tidak kembali melonjak,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemkab Jombang, Agus Purnomo, Rabu (24/02/2021).

Pertimbangan lain ditundanya pelaksanaan belajar tatap muka di Kabupaten Jombang karena kasus Covid-19 di daerah ini terus meningkat sehingga daerah ini sempat berada di zona merah penyebaran Covid-19.

Baca:  4 Orang CJH Asal Jombang Gagal Berangkat

Bahkan kata Agus, tren kasus Covid-19 di Kabupaten Jombang, masih menunjukkan kenaikan. Padahal, pihaknya, dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Jombang, sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka penyebaran virus, salah satunya dengan melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

Upaya yang kami lakukan sudah maksimal sekali, mulai dari mengadakan PPKM skala mikro yang tujuannya agar penyebaran Covid-19 bisa berkurang. Tapi, jumlah kasusnya selalu fluktuatif, kadang-kadang kasusnya flat, tapi kadang juga kenaikannya di luar perkiraan,” terang Agus.

Dengan kondisi saat ini, Agus mengaku, belum dapat memastikan kapan pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan, termasuk bagi wilayah yang tingkat penyebaran Covid-19 terbilang rendah.

Baca:  Komisi IV DPRD Trenggalek Minta Transmigran Dipastikan Layak

Untuk itu, Agus mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, dengan rajin mencuci tangan, mengenakan masker dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan.

Secara teknis, lanjutnya, Pemkab Jombang telah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Bahkan Pemkab sudah memiliki skema belajar tatap muka di massa pandemi, seperti dalam satu kelas hanya boleh diisi 50 persen dari total siswa. Kemudian, untuk mencegah penyebaran, pelajar pun wajib diantar-jemput oleh orang tuanya.

Bahkan, sarana dan prasarana pun telah disiapkan, diantaranya tempat mencuci tangan di tiap-tiap kelas, serta pengukur suhu tubuh. Namun, kesiapan itu tidak dibarengi dengan kondisi pandemi yang terus meningkat.

“Dengan masyarakat disiplin, maka penyebaran Covid-19 dapat ditekan dan terkendali, sehingga pembelajaran tatap muka pun bisa dilaksanakan,” ucapnya.

Baca:  Satgas Saber Pungli Kabupaten Madiun OTT Kades Kranggan