Mandek Hingga Delapan Bulan, PH Suci Desak Penyidik Segera Melimpahkan Berkas Ke Kejari

PASURUAN, KANALINDONESIA.COM: Dugaan kasus pencemaran nama baik melalui jejaring sosial, yang di lakukan oleh Z (55) warga Desa Gratitunon, Pasuruan. Pada Suci Devita Aristianti (33) warga Desa Pager, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, masih mandek di meja penyidik.

Dalam postingan yang dilakukan oleh Z, di situ menyebutkan kalau korban (Suci-red) telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Tak hanya memposting caption saja, Z juga memasang foto Suci di media sosial, seolah-olah dia (Suci) pelakunya.

Akibat risih dari postingan Z, dan dinilai mencemarkan nama baiknya, akhirnya Suci melapor kejadian tersebut pada polisi. Dengan nomor laporan: LP.B/106/VI/RES.2.5/2020/ Jatim/Res Pas QQ.

Dari laporan yang dilayangkan Suci, Satreskrim Polres Pasuruan sempat memanggil pelaku Z.

Baca:  DPRD Trenggalek Pastikan Payung Hukum Penggunaan DD untuk Covid-19

Dari hasil pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) oleh penyidik, terduga pelaku pun masih bebas berkeliaran. Belum menetapkan status hukum pada oknum pegawai negeri tersebut.

Kisaran delapan bulan lamanya, kasus pencemaran nama baik tersebut bergulir, dan masih di meja polisi.

Kini korban dengan didampingi oleh penasehat hukumnya Sugeng Hari Kartono, mendesak pihak yang berwenang untuk segera melimpahkan kasus tersebut pada Kejari Pasuruan untuk segera mensidangkan kasus ini.

“Saya merasa risih dengan postingan bapak itu, apalagi namaku sebagai tukang gendam atau sejenisnya,” ujar Suci kepada reporter Kanalindonesia.com.

Padahal, lanjut korban, kita ini tidak kenal dengan bapak Z itu, entah maksudnya apa ?,”sambungnya.

Sebagai penasehat hukum Suci, Soegeng Hari Kartono mendesak pihak kepolisian untuk segera melimpahkan berkas kasus tersebut kepada Kejaksaan Negeri Pasuruan untuk selanjutnya agar segera disidangkan

Baca:  Gubernur Isyaratkan Kota Pasuruan Punya Peluang Tinggi Manfaatkan Kawasan BTS

“Harapan kami, berkas kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial tersebut segera dilimpahkan oleh penyidik, agar klien kami segera mendapatkan kepastian hukum dari perbuatan yang dilakukan oleh terduga tersangka,” desak Sugeng.

Dari peristiwa yang terjadi, kami sebagai PH korban, saat ini mengapresiasi kinerja Satreskrim Polres Pasuruan mulai dari pelaporan hingga saat ini, kasus tersebut sudah masuk dalam tahap penyidikan dan menetapkan Z sebagai tersangka utama.

“Terimakasih kepada rekan-rekan penyidik dari Satreskrim Polres Pasuruan, kerja samanya, yang sudah menetapkan Z sebagai tersangka, untuk selanjutnya agar segera di limpahkan ke Kejari Pasuruan, agar segera mendapatkan putusan pengadilan dengan seadil-adilnya,” pungkasnya.(Irwan_kanalindonesia.com)