Ditangkap Densus 88 di Counter HP, Agus Imam Hanafi Dikenal Baik Warga Setempat

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Agus Imam Hanafi (terduga teroris) yang ditangkap Tim Densus 88 Antiteror pada Jum’at (26/2/2021) kemarin dikenal baik dengan warga sekitar. Dia tinggal di Medokan Sawah hampir 10 tahun.

Hal itu disampaikan Soepangin, selaku Ketua RT 1 RW 1 Medokan Sawah. Dikatakan, selama tinggal di Medokan Sawah, terduga teroris mempunya usaha servis Handphone dan Laptop serta berjualan pulsa.

“Dia ini dikenal baik oleh warga sekitar dan dia tinggal di Medokan Sawah sudah hampir 10 tahun,” kata Soeoangin saat dikonfirmasi Kanalindonesia.com, Sabtu (27/2/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya, Agus Imam Hanafi (38) ditangkap Tim Densus 88 Antiteror di sebuah Counter Handphone, Jalan Medokan Sawah 121, Surabaya, pada hari Jum’at siang (26/2/2021) kemarin.

Baca:  Sakit Hati, Seorang Menantu Tega Coba Suntikkan Racun Serangga pada Mertua

Saat penangkapan ada lima mobil. Tampak dijaga ketat oleh anggota polisi bersenjata lengkap.

Tim densus 88 hanya menangkap Agus Imam Hanafi. Saat terjadi penangkapan, dijaga oleh anggota polisi bersenjata lengkap.

Setelah melakukan penangkapan terhadap terduga teroris, Tim Densus 88 juga melakukan penggeledahan di dalam rumah. Sejumlah barang bukti yang diamankan diantaranya anak panah, samurai dan sebuah buku.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan selain di Kota Surabaya, Densus 88 Antiteror Mabes Polri juga menangkap terduga teroris di Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto dan Malang.

“Iya, hari ini Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88), menangkap terduga teroris di empat lokasi berbeda. Yakni di Surabaya, Sidoarjo, Malang dan Mojokerto,” kata Kabid Humas Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (26/2/2021) petang.

Baca:  Polres Ponorogo Launching Jatim Bermasker

Pemilik counter diduga terlibat flam jaringan Teroris Jamaah Islam Ansharut Daulah. Dia ditangkap Densus 88 saat akan berangkat salat Jum’at. Ady