Sampai Hari Keenam Modifikasi Cuaca, TNI AU dan BPPT Semai Hingga 22 Ton NaCl Melalui Teknologi Modifikasi Cuaca

operasi penyemaian garam melaui TMC
operasi penyemaian garam melaui TMC

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM TNI Angkatan Udara dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali melanjutkan operasi penyemaian NaCl Powder (Garam) melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kemarin

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (Ka BBTMC) Jon Arifian mengatakan, penyemaian garam dilakukan sejak hari minggu tanggal 21 Februari 2021 sampai hari ini dengan total penggunaan bahan semai hingga 22.000 Kg Nacl Powder (Garam) yang ditebarkan di wilayah pantai Timur Lampung, Selat Sunda, Ujung Kulon sampai ke perairan Selatan Provinsi Banten.

“Curah hujan yang terjadi setelah tanggal 20 hingga saat ini kita lihat berkurang drastis namun perlu diingat bahwa kondisi parameter cuaca saat ini menunjukkan perbedaan priode sebelum tanggal 19 dan tanggal 20. Upaya yang kita lakukan dengan TMC ini lebih optimal dengan jumlah awan terbentuk juga berkurang,”urai Ka BBTMC.

Baca:  Diduga Mengantuk, Suzuki Ignis Hantam Pohon di Tulungagung, Pengemudi Meninggal

Lebih lanjut Ka BBTMC menyampaikan, Tim TNI AU bekerjasama dengan Tim BPPT dan BMKG akan menaburkan kembali Nacl Powder (Garam) dalam 3 sortie penebaran di awan menggunakan pesawat CN 295 dan pesawat Cassa 212.

“Untuk menghalau awan-awan yang berpotensi agar jatuh di wilayah sebelum memasuki Jabodetabek,”ujarnya.

Pasawat CN 295 A-2901 yang dipiloti Kapten Pnb Riyo dan Kapten Pnb Iskandar dari Skadron Udara 2 Halim Perdanakusuma membawa 2.400 Kg Nacl Powder dan pada sortie ke 2 membawa 2.400 Kg Nacl Powder yang di tebar di ketinggian 10.000-12.000 Feet. Selanjutnya pesawat Cassa 212 A-2105 yang dipiloti Kapten Pnb Wanto dan Kopilot Lettu Pnb Adam dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang membawa 800 Kg Nacl Powder di ketinggian 8.000 Feet. Kedua pesawat tersebut lepas landas dari landasan Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.

Baca:  Heboh, Penemuan Potongan Kaki Manusia Diduga Hasil Amputasi Karena Sakit Diabet

“Kesiapan pesawat CN 295 dan Cassa 212, cukup mendungkung kegiatan operasi TMC ini, sebelum diberangkatkan sortie per sortie kami melaksanakan briefing dengan Tim TNI AU, BPPT, dan BMKG untuk mengidentifikasi pertumbuhan awan yang ada ditarget area yaitu awan tumbuh di Selat Sunda, pantai Selatan Banten, dan pantai Timur Lampung karena prediksi awan konvektif di daerah tersebut punya peluang tinggi masuk wilayah Jabodetabek, sehingga pelaksanaan operasi TMC ini bisa mengurangi curah hujan,”kata Kadisops Lanud Halim Perdanakusuma.

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Halim Perdanakusuma Noto Casnoto menambahkan, Saat ini titik fokus penyemaian garam berada di daerah pantai Timur Lampung, Selat Sunda, dengan total bahan semai hari ini 5,6 ton. @wn

Baca:  Kementan Terus Upayakan Solusi Alih Fungsi Lahan Pertanian