GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Tekan angka pengangguran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur canangkan program SMA Double track. Program tersebut adalah salah satu produk unggulan Dispendik Provinsi Jawa Timur.

Keunggulan program tersebut, setiap lulusan SMA DT akan memiliki dua kompetensi berupa pembelajaran reguler dan kompetensi keterampilan melalui bersertifikat.

Program SMA DT dilatari oleh banyaknya lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi. Pada 2018, sebanyak 116.772 atau 67,84 persen siswa SMA yang tidak masuk ke bangku kuliah.

Pameran produk program SMA Double Track di gelar di halaman SMA Negeri 1 Gresik, Jalan Arif Rahman Hakim Gresik No.1, Sidokumpul, Gresik, Kramatandap, Gapurosukolilo, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Selasa (12/10/2021).

Adapun peserta pameran  ada 6 sekolahan yang mewakili, di Kabupaten Gresik,yakni, SMK Negeri Gresik, SMA Negeri Dukun, SMA Negeri  Wringinanom, SMA Negeri Balongpanggang, SMA Negeri Kedamean dan SMK Semen Gresik.

Salah satu peserta yang ikut pameran adalah, SMA Negeri Wringinanom, lembaga pendidikan itu menampilkan vast, dress home, masker, jasa seserahan, konektor masker,  jasa henna, jasa makeup.

Di lokasi pameran, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wringinanom menyampaikan,”kami bangga, anak didik kami bisa mewakili pameran program sekolah DT yang ada di Kabupaten Gresik,”kata dia.

Sementara itu, Kadisdik Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT, mengapresiasi inovasi produk dari masing-masing sekolah, yang di pamerkan di ajang program Sekolah DT itu.

“Kami berkunjung di Gresik ini, yang pertama kami ingin melihat pembelajaran siswa-siswi di tengah pandemi covid 19. Alhamdulillah, semangat siswa tidak pernah surut, inovasi-inovasi terus di lakukan, dan produk-produk ilmiah terus bisa di tampilkan, oleh sebab itu kami berikan apresiasi kepada Kepala cabang dinas pendidikan Kabupaten Gresik,” kata Wahyudi.

Mantan kepala dinas perhubungan (Dishub) Jatim itu menambahkan,”jadi untuk program pendidikan vokasi ini tidak hanya di kembangkan di sekolah SMK saja, tapi di SMA, di SLB pun bisa di kembangkan, agar setelah siswa itu lulus dari sekolah, mempunyai ketrampilan tertentu, sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami, kalau siswa itu bisa melanjutkan kuliah, bisa mandiri dan tidak menggantungkan orang tuanya,”pungkas Wahyudi.

-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here