Mas Uki Sukses Ternak Murai Batu Dengan Poligami

GRESIK,KANALINDONESIA.COM: Budidaya burung murai batu tidaklah mudah. Sebab, perkembangbiakan burung murai batu adalah secara monogami. Namun, Mas Uki, peternak burung di Gresik berhasil menemukan cara yang lebih produktif untuk mengambangkan murai batu. Yakni dengan sistem pengembangbiakan poligami.

Untuk metode yang satu itu, Mas Uki menyiapkan sarang yang cukup besar untuk mengembangbiakan murai batu medan miliknya. Sarang itu berukuran 6 x 3 meter yang dibangun di lantai dua rumahnya di Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik. Di dalam sarang tersebut dia meletakkan empat burung murai batu. “Burung itu terdiri dari 1 jantan dan tiga betina,” kata Mas Uki.

Menurutnya, ide pengembangbiakan dengan cara poligami itu muncul setelah ia merasakan sulitnya mengembangkan burung murai batu. Budidaya burung bernama latin copychus malabaricus ini butuh tenaga ekstra. “Burung ini dikenal sebagai hewan monogami atau hanya berpasangan dengan satu betina. Jadi cocok-cocokan,” terangnya.

Baca:  Diduga Masalah Asmara, Pemuda 17 Tahun Nekat Gantung Diri

Berawal dari membeli sepasang burung murai, dirinya mencoba beternak namun gagal. Akhirnya pemilik graha sakura birdfarm ini, mencoba bereksperimen dengan teknik poligami. Ia tidak memiliki kendala yang berarti lantaran kandang burung dan habitatnya sudah dirancang sedemikian rupa.

Ternyata eksperimen ternak poligami berhasil. Murai batunya lebih produktif. Bahkan dalam setahun bisa bertelur sebanyak 6 kali dan semuanya berhasil menetas. “Saya sudah coba dua tahun ini. Memang berhasil,” katanya.

“Sebagai penunjang, saya berikan pakan alami seperti jangkrik, cacing, serta tambahan pakan konsentrat dan cangkang kepiting,” terangnya.

Menurutnya, jangka mulai bertelur hingga menetas butuh waktu 1 bulan. Setelah itu, 12 hari baru bisa keluar kandang tapi belum bisa makan sendiri. Sehingga tetap harus “diloloh” manual.

Baca:  4.312 Personel Gabungan Disiagakan Berjaga Selama PSBB di Surabaya Raya, Sidoarjo dan Gresik

Burung murai yang berhasil diternakannya pun laku terjual hingga jutaan hingga puluhan juta rupiah per ekor. Mas Uki menceritakan, burung yang memiliki suara indah dengan bulu ekor yang panjang adalah primadona bagi para pecinta burung.

Diketahui, burung murai adalah burung kicau yang saat ini sudah mulai terancam akibat perburuan yang liar. Burung ini penyebarannya di seluruh pulau Sumatera, Semenanjung Malaysia dan juga tersebar di sebagian pulau jawa. (Ian)