TMMD ke 110 di Bojonegoro Resmi Dibuka Forkopimda Jatim

BOJONEGORO, KANALINDONESIA.COM: Bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak dan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto resmi membuka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110, Tahun Anggaran (T.A) 2021 di Pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro.

Selain Forkopimda Jatim, Dalam kegiatan tampak dihadiri sejumlah Pejabat Utama Kodam V Brawijaya dan Pejabat Utama Polda Jatim.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, dengan adanya keberadaan TMMD ini diyakini bisa memecahkan masalah.

“Kami yakin bahwa ini adalah satu semangat. Jangan kita selalu berfikir kenapa tidak bisa, tetapi kita berfikir insyaallah bisa. Kita tidak mengincar semua harus perfect tetapi semua harus lebih baik, kita melangkah lebih baik,” ucap Emil dalam sambutannya.

Sementara, dalam sambutannya Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto memaparkan, hari ini telah dilakukan secara serentak pembukaan TMMD di beberapa wilayah di Jawa Timur, selain di Bojonegoro ada di Bondowoso, Sumenep, dan di Pacitan.

Bojonegoro dianggap tempat yang strategis, disamping anggarannya juga yang paling besar nilai proyeknya, sehingga sebagai penghargaan maka Forkopimda Jatim hadir secara langsung.

Selain itu, TMMD ini biasanya selalu di programkan kerja sama sinergitas, antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah, serta unsur stakeholder terkait di wilayah.

Dulu namanya ABRI Masuk Desa, tapi setelah Polri berpisah, namanya menjadi TMMD, namun sebetulnya pelaksanaannya dilapangan tidak berubah, masih dilaksanakan oleh personil TNI dan personil Polri, serta pemerintah daerah.

“Ini perlu saya sampaikan, jangan sampai kesannya ini seolah – olah adalah program Tentara Nasional Indonesia semata, begitu. Jadi tidak, sejak dari dulu sejak di bentuk pada tahun 1980 itu namanya ABRI masuk desa,” tegasnya.

Lebih lanjut Pangdam V Brawijaya menegaskan, perencanaan TMMD ini dilakukan dari bawah ke atas. Diharapkan sasaran fisik yang susah dikerjakan oleh pemerintah daerah, karena terpencil dan anggaran terbatas, ini bisa dikerjakan oleh TMMD. Ady