Kunjungan di MTSn 2 Ponorogo, Bupati Sugiri: Mohon Maaf Saya Tidak Usah Dikalungi Bunga

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menolak untuk dikalungi bunga saat kunjungan di MTsN 2 Ponorogo, Selasa (2/3/2021). Bupati Sugiri Sancoko tidak mau menerima prosesi kalungan bunga.

Secara halus bupati yang diusung partai kecil itu meminta maaf dan tidak bersedia dikalungi.

“Mohon maaf, saya tidak usah dikalungi bunga,” ucap Sugiri kepada kepala MTsN 2 Ponorogo.

Kepada media, Bupati asal Gelangkulon, Sampung itu menjelaskan terkait alasan kenapa tidak mau dikalungi bunga.

Sugiri menjawab, bahwa sebagai Bupati, ia adalah pelayan masyarakat. Sehingga tidak peru dikalungi bunga.

“Wes ora mboys kalungan bunga, saya bukan siapa-siapa, saya abdi rakyat jadi jangan dikalungi,” tegasnya.

Sugiri tidak ingin, penghormatan itu membuatnya sombong dan akhirnya jatuh. “Saya khawatir dikalungi bunga terus ditepuk tangani, saya mumbul ceglok, wah bahaya,” katanya.

Baca:  Tari Warok Ponorogo

Sugiri lebih bangga bisa bekerja bersama rakyat. “Sudah lah kita tidak bangga dengan kalung bunga, yang kita banggakan bagaimana kita bisa bergotong royong untuk bersama-sama membangun Ponorogo lebih hebat dan bermartabat. Itu yang lebih penting,” paparnya.

Sementara itu, Tarib Kepala MTsn 2 Ponorogo mengaku senang karena madrasahnya menjadi sekolah pertama yang dikunjungi Bupati Sugiri Sancoko.

Tarib mengaku mendapat pelajaran berharga di awal kunjungan Bupati Sugiri yang tidak mau menerima pengalungan bunga.

Tarib mengaku terharu dengan sikap Bupati Baru Ponorogo yang sederhana. “Bupati Sugiri menghilangkan kasta yang ada, sederhana dan memang Bupatine Wong Cilik,” ungkapnya.

Tarib juga sangat terkesan dengan Bupati Sugiri karena ternyata mengundangnya cukup mudah.

Baca:  Membahayakan Pengendara, Pemkab Ponorogo Lakukan Penambalan Jalan Berlubang di Jalur Keniten-Danyang

“Mengundang belau penake ora mekakat. Ketika saya ke pringgitan pas boyongan saya nyuwun kerso rawuh ke MTsN 2 biar anak marem, langsung dijawab, yowes sesuk rono,” pungkasnya.