Dengarkan Keluhan Pedagang, Bupati Sugiri Bongkar Pagar Pasar eks Stasiun

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Pagar pembatas yang sudah berdiri selama hampir 2 tahun ini akhirnya dibongkar pada (3/3/2021). Tepatnya terletak di depan kios-kios milik pedagang Pasar eks Stasiun di sepanjang trotoar.

Wahid mengeluh, salah satu penjual ikan segar tersebut merasa jika ada pagar pembatas membuat kegiatan transaksi dengan pembeli menjadi lebih sulit. Ia mengalami kerugian dengan omset yang berkurang drastis hingga 75 persen dan pembeli berkurang. Namun, dengan adanya pembongkaran ini, ia merasa sangat bersyukur.

“Alhamdulillah sangat berterima kasih sama pak bupati, biar nanti lancar kembali jualannya”, ungkapnya.

Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan tujuan adanya pembongkaran ini adalah untuk memberi kenyamanan pada masyarakat dan lebih mudah dalam beraktivitas.

Baca:  Kecepatan Anggota Polsek Sooko Bantu Evakuasi Truk Terperosok

“Biar bebas. Pedagang butuh hidup dan pembeli butuh nyaman. Dipagar kayak gini kasihan, mereka manusia bukan monyet”, ungkapnya. Ia juga menambahkan, pedagang akan diberi bunga yang dirawat sendiri agar lebih rapi. Mereka sendiri juga menjamin kerapiannya.

“Setidaknya mereka biar nyaman sambil menunggu Pasar Legi siap. Kan semuanya nanti pindah ke sana. Kalau ada kelebihan pedagang nanti dicarikan solusi”, imbuhnya.

Untuk kondisi Pasar Stasiun nanti jika sudah kosong kemungkinan akan dikembalikan ke PT KAI ke fungsi awal.

Sementara itu, pembangunan pagar pembatas yang dicanangkan oleh bupati sebelumnya menghambat kinerja pedagang. Hal tersebut menimbulkan polemik di kalangan pedagang karena mereka mengalami kerugian yang banyak. Selain pagar pembatas, rambu-rambu “dilarang parkir” juga menghambat namun pada akhirnya rambu tersebut sudah ditiadakan semenjak Pilkada tahun lalu.(Ranna_kanalindonesia.com)

Baca:  DPD Partai Perindo Ponorogo Adakan Foging di Kecamatan Kota