Sinergi Unilever, Pemkab Cilacap dan SBI Tingkatkan Potensi Sampah Sebagai Sumber Energi Terbarukan

Diskusi digital Unilever, Pemkab Cilacap dan SBI dalam peningkatan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan, Rabu (3/3/2021).

CILACAP, KANALINDONESIA.COM : PT. Unilever Indonesia, Tbk bersama dengan pemerintah kabupaten Cilacap dan PT. Solusi Bangun Indonesia, Tbk (SBI) menyelenggarakan diskusi digital melalui webinar Zoom dan live YouTube perihal kerjasama untuk fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap, Rabu (3/3/2021).

Diskusi ini disaksikan oleh Gubernur Jawa Tengah diwakili Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr. Prasetya Aribowo, SH, M.Soc.Sc, Gubernur Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji, dan pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Unilever Indonesia, pejabat Kabupaten Cilacap dan SBI mengukuhkan komitmen untuk melanjutkan MoU yang telah disepakati, yaitu meningkatkan kapasitas pengumpulan dan pengelolaan sampah di fasilitas RDF Jeruk Legi.

Diskusi ini juga sekaligus dalam memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 yang ditetapkan berdasarkan tepat 15 tahun setelah terjadinya insiden longsor dan ledakan di TPA Leuwigajah, Jawa Barat. Momen tersebut mengingatkan kembali akan pentingnya pengelolaan TPA secara sistematis sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan.

Dalam sambutannya, H. Ganjar Pranowo, S.H., M.I.P., Gubernur Jawa Tengah yang dibacakan Pejabat Sekda Provinsi Jawa Tengah Dr. Prasetya Aribowo, SH, M.Soc.Sc menyatakan, pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan utama, termasuk di Jawa Tengah, dan ini menjadi pekerjaaan rumah kita bersama.

Pejabat Sekda Provinsi Jawa Tengah Dr. Prasetya Aribowo, SH, M.Soc.Sc

Menurutnya, saat ini banyak wilayah masih menggunakan metode penimbunan atau landfill, dimana lahan yang dibutuhkan sangat luas, proses pengurangan sampahnya lambat, dan berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan.

Baca:  Kapen TNI AU Seluruh Indonesia Ikuti Pelatihan Jurnalistik Ke Kompas TV

Seiring kemajuan teknologi, pengelolaan sampah yang lebih baik dan mampu meminimalisir efek samping sampah dan bahkan menghasilkan output yang bermanfaat secara ekonomi sudah makin berkembang, salah satunya adalah fasilitas RDF Jeruk Legi yang sudah beroperasi dan akan terus ditingkatkan kapasitasnya.

“Saya senang sekali mendengar hal ini, terutama karena adanya pihak swasta yang turut serta mengambil bagian, khususnya kepada PT Unilever Indonesia, Tbk. yang sekarang ikut bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Cilacap untuk bisa mendorong olahan sampah di fasilitas RDF Jeruk Legi ini menjadi lebih maksimal,” katanya.

Diresmikan bulan Juli 2020 lalu, TPA Jeruk Legi adalah TPA pertama di Indonesia yang menghasilkan sumber energi terbarukan dengan teknologi RDF, yaitu teknologi yang mengolah sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi terbarukan rendah emisi untuk mengggantikan batu bara pada proses pembakaran di pabrik industri semen dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Dr. Ir. Novrizal Tahar, IPM, Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI berkomentar pemerintah secara masif mendorong implementasi teknologi RDF untuk menyelesaikan permasalahan sampah di berbagai wilayah Indonesia.

Baca:  Anggota Sabhara Tembak Diri Pakai Senpi

“Kami melihat potensi besar RDF sebagai salah satu cara untuk mencapai kemampuan pengelolaan sampah 100% pada tahun 2025. Tidak hanya tugas pemerintah, kolaborasi yang lebih erat dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya pihak swasta, dapat menjadikan teknologi ini sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi sirkular melalui prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan,” jelas Novrizal.

Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk. menanggapi, sebagai perusahaan yang memiliki komitmen kuat untuk membantu mengatasi permasalahan sampah, Unilever Indonesia turut mengurai permasalahan sampah mulai dari hulu ke hilir rantai bisnis kami melalui berbagai bentuk kolaborasi.

“Dengan semangat #MariBerbagiPeran Sayangi Bumi, kami mengukuhkan kerja sama dengan Pemerintah dan sesama pihak produsen yaitu SBI di dalam fasilitas RDF Jeruk Legi. Ini angkah sinergis untuk bersama-sama berbagi peranan dalam mengatasi masalah sampah kemasan plastik di bagian hilir pengolahan sampah,” ucap Nurdiana.

Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk.

“Sejak November 2020 lalu, kami berkomitmen membantu pemerintah Cilacap untuk meningkatkan kapasitas sampah terolah menjadi RDF di fasilitas RDF Jeruk Legi dari semula sebanyak 120 ton/hari di tahun 2020 menjadi lebih dari 200 ton/hari dalam 5 tahun ke depan. Melalui kontribusi yang diwujudkan dalam pengadaan armada pengangkutan sampah, kami akan membantu meningkatkan kapasitas sampah terolah di fasilitas RDF Jeruk Legi dari yang semula hanya melayani Kota Cilacap di tahun 2020, ke kecamatan lain di kabupaten Cilacap meliputi Kroya, Sidareja dan Majenang,” imbuh Nurdiana.

Baca:  Unilever Muslim Centre of Excellence Dukung Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

Sementara itu, Ir. Lilik Unggul Raharjo, MBA selaku Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk., mengatakan pihaknya memanfatkan bahan bakar alternatif dari sampah yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah atau RDF milik Pemerintah Kabupaten Cilacap. Ini sebagai langkah nyata PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk. membantu untuk menjaga lingkungan agar tetap berkelanjutan serta menciptakan ekonomi sirkular.

“Kerja sama kami dengan Unilever Indonesia mencerminkan sinergi yang saling melengkapi. Unilever Indonesia berperan membantu pemerintah Cilacap dalam pengumpulan dan pengangkutan sampah terolah paska konsumsi sebagai bahan baku RDF, sementara kami berperan dalam memproses sampah tersebut guna menghasilkan RDF berkualitas yang kemudian diserap oleh sejumlah pabrik kami sebagai sumber energi ramah lingkungan,” ungkapnya.

Awaluddin Muuri, AP., MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cilacap turut berkomentar bahwa teknologi RDF diibaratkan seperti sebuah mobil yang bisa menambah kecepatan.

“Saat ini, stok sampah di fasilitas RDF Jeruk Legi bisa dikatakan belum maksimal. Dengan adanya kerja sama antara pihaknya, Unilever Indonesia dan SBI, beliau percaya pengumpulan sampah akan menjadi lebih masif sehingga kapasitas mesin RDF juga nantinya akan dapat lebih ditingkatkan,” tutur Awaluddin. @Rudi