Bupati Sidoarjo Muhdlor Ali : Penggunaan Dana Desa Harus Transparan

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Ahmad muhdlor Ali Bupati Sidoarjo pada pengambilan sumpah dan pelantikan kepala desa terpilih, hasil Pilkades serentak tahun 2020. Ia meminta kepada 172 Kepala Desa yang di lantik untuk dapat menggunakan dana desa secara transparan.

Pengambilan sumpah dan pelantikan kepala desa terpilih tersebut, di laksanakan di Pendopo Delta Wibawa Kabupaten Sidoarjo pada Rabu (3/3/2021).

Karena masih pandemi covid 19, agar tetap dalam protokol kesehatan, teknis pelaksanaan pengambilan sumpah dan jabatan tersebut di bagi menjadi tiga gelombang, gelombang pertama Muhdlor melantik 58 Kepala Desa terpilih, untuk gelombang kedua dan ketiga masing-masing melantik 57 Kepala Desa terpilih.

Di program kerja 100 hari Muhdlor – Subandi, di tekankan kepada Kepala Desa yang di lantik, minimal tiga bulan kedepan untuk segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).

Baca:  Warung Nasi Pecel Legendaris Sejak 1975 di Pasar Soeroengan Sidoarjo

Seperti yang di sampaikan oleh Gubernur Jawa timur Khofifah Indar Parawansa, Gus Muhdlor meneruskan pesan itu kepada 172 Kepala Desa yang dilantiknya,
RPJMDes harus sesuai dengan RPJMD Kabupaten, RPJMD Provinsi, dan RPJMN.

“Ada beberapa desa dan kabupaten yang menerapkan penggunaan dana desa di tulis di semacam baliho tentang transparansi dana dan penggunaan anggaran. Jadi dana desa untuk apa saja. Minimal gelondongan seperti itu, itu adalah awal yang baik.”kata dia.

“Jadi penggunaan dan perencanaan alokasi dana desa tersebut, harus benar-benar matang dan sesuai dengan kebutuhan di desa, sehingga tidak ada lagi laporan penyelewengan anggaran dana desa yang terjadi,”lanjutnya.

Ia juga menyampaikan di program 100 hari kerja Muhdlor – Subandi pihaknya akan menjaring aspirasi masyarakat dengan cara menginap di desa-desa. Hal ini bertujuan untuk menggali keluh kesah masyarakat baik tentang pelayanan, transparansi penggunaan anggaran, juga percepatan pembangunan yang ada di desa.

Baca:  Desak Panwaslu Trenggalek Larang Bupati Trenggalek Lakukan Kampanye Terselubung

“Kami akan menjalin komunikasi intensif dengan masyarakat dengan cara menginap di rumah warga, tapi tidak di rumah pak lurah,”sambungnya.

Di singgung soal percepatan pembangunan di Desa, prioritas awal yang di lakukan Muhdlor – Subandi adalah betonisasi jalan Desa yang di garap dengan cara swakelola.

“Harapan kami, jalan desa juga dibeton tapi pelaksanaannya oleh desa dengan swakelola, melalui dana bantuan khusus (BK), kami sadar pertumbuhan percepatan ekonomi ada di desa,” pungkasnya.

Acara berakhir dengan penyerahan 40 persen dana desa secara simbolis kepada perwakilan Kepala Desa terpilih.