Efek Pandemi Pengaruhi Ekonomi Hingga Politik. Gus Ami Ajak Masyarakat Jombang Bangkit

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM:  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar ajak masyarakat Jombang bangkit dari ketidakberdayaan ekonomi, sosial dan politik di tengah pandemi.

Gus Ami sapaannya mengatakan, kondisi pandemi Covid 19 seperti ini menunjukkan ketidakberdayaan masyarakat. Terlebih jika sudah lockdown atau PSBB beberapa waktu lalu, hal ini jelas akan berpengaruh di sistem ekonomi, sosial maupun politik.

“Dampak dari pandemi COVID-19 membuat hampir berprngarug ke kehidupan masyarakat. Pola hidup terasa berhenti mulai ekonomi, pendidikan hingga sosial,” ucapnya pada peserta yang hadir di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Jombang pada Jumat (5/3/2021).

Suasana sosial berubah total, mungkin harus lebih hati-hati. Kegiatan yang bersifat umum jadi terbatas. Pria kelahiran Jombang ini menyebut, Indonesia sedang bekerja keras. Ia mencontohkan, seperti mantan menteri kesehatan, Terawan, yang sedang mencari vaksin yaitu vaksin Nusantara.

Baca:  Kapolres Trenggalek Bersama Bhayangkari Bagikan Nasi Kotak Dan Takjil Gratis

“Di beberapa negara seperti China, Inggris sudah menemukan. Ketidakberdayaan inilah yang membuat kita terbatas dari berbagai sisi kehidupan,” ungkap politikus PKB yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sejak 1 Oktober 2019 ini.

*Dukung Peran Perguruan Tinggi Hadapi Pandemi.*

Bagi Gus Ami, Perguruan Tinggi (PT)bisa menjadi solusi dibalik ketidakberdayaan ekonomi, pendidikan juga kehidupan di tengah suasananya seperti ini. Hal itu dikarenakan kampus, nantinya tidak hanya sekedar menerapkan teori, namun juga praktek.

“Kampus punya peran penting untuk di suasana seperti ini. Karena didalamnya ada kaum intelektual yang kedepan, tidak hanya siap secara teori, namun secara praktek. Dan suasana ini tentunya akan menunjang sebuah gagasan terbentuk,” jelasnya.

Dilansir dari data Kemenristek/BRIN, produk yang telah dihasilkan perguruan tinggi yang tergabung dalam Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 itu seperti GeNose C-19 yang dihasilkan UGM.

Baca:  Kapolda Jatim Award 2021, Sejumlah Anggota Teladan dan KTS Terbaik Polres Jajaran dapat Penghargaan

Adapula alat deteksi CePad yang dihasilkan Unpad sebagai alat deteksi virus SARS-CoV-2 kualitatif menggunakan spesimen swab nasofaring manusia. UGM juga membuat produk rapid tes yang dinamakan Rapid Tes RI-GHA.

Universitas Indonesia (UI) menghasilkan ventilator portabel yakni Ventilator Transport Covent-20. Selain UI, Unpad juga menghasilkan ventilator Xvent XMV20 Frontliner dan produk dari Universitas Negeri Surabaya yakni Robot KECE.

*Sistem Politik di Tengah Pandemi.*

Pandemi, sedikit banyaknya juga berpengaruh ke sistem politik negeri. Pria yang juga memperoleh gelar sarjana politik dari Universitas Gadjah Mada dan magister komunikasi dari Universitas Indonesia ini mengatakan masyarakat harus meningkatkan kepercayaan kepada pemerintah.

“Saya sedang menghitung survei-survei, menghitung ketidakpercayaan masyarakat terhadap Parpol. Rata-rata 10-15 tahun terakhir masyarakat tidak percaya lagi terhadap lembaga-lembaga pemerintahan. Pada Eksekutif, Legislatif seperti DPRD, Pemerintah, Polisi.

Baca:  Satlantas Polres Ponorogo Bareng Komunitas Sepeda Pancal Bagi-Bagi Masker

Kalau ini tidak dipercaya oleh publik, berarti sistemnya tidak diberdayakan. Jika sampai 15 sampai 20 tahun kedepan ini terjadi, ada hal yang harus diberdayakan yaitu sistem Politiknya,” terangnya.

Keadaan inilah yang menuntut kita bekerja keras dan tetap survive ditengah pandemi. Juga harus lebih meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah.

Kegiatan bertajuk silaturahmi wakil ketua DPR RI Muhaimin Iskandar (Gus Ami) dengan Aktifis Jombang ini digelar di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Jombang.

Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB. Juga dihadiri oleh anggota fraksi PKB di DPRD Jombang, ketua DPRD Jombang, Mas’ud Zuremi, Subaidi Maksum Kartiyono dan Ernawati.(GIT)