LPBI NU Lamongan Serahkan Bantuan Pada Ratusan Warga Tak Mampu dan Penyandang Disabilitas

Pokja PKMM Covid 19 LPBI NU Desa Sumberwudi menyerahkan bantuan sembako kepada penyandang disabilitas. foto: omdik_Kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Untuk kedua kalinya warga Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menerima bantuan paket bahan pokok makanan dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU). Program tersebut diluncurkan dalam rangka mendukung ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat di tengah pandemik Covid-19. Penyerahan bantuan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut di mulai hari ini, Jum’at (7/3/2021).

Desa Sumberwudi merupakan salah satu desa dari 20 desa di 3 provinsi (Jawa Timur, Bali dan NTB) yang tepatnya berada di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Malang, Kota Kediri, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Lombok Barat. Tahun lalu (2020), LPBI NU sudah menyalurkan bantuan kepada 10.910 keluarga di 121 RW,

“Pembagian paket bahan pokok makanan ini dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Lokal dan Kelompok Kerja program Penguatan Ketangguhan Masyarakat dalam Menghadapi (PKMM) COVID-19 dan Adaptasi Tatanan Baru bekerjasama dengan toko-toko di daerah setempat. Program PKMM sendiri dilaksanakan oleh LPBI NU didukung oleh DFAT Australia melalui SIAP SIAGA Palladium,” kata Ainur Rofiq Ketua LPBI NU Lamongan.

Baca:  Satlantas Polres Jombang adakan Lomba Foto Operasi Simpatik Semeru 2017, untuk Pengguna Jalan

Lebih lanjut pria yang sering dipanggil tower tersebut menjelaskan, pemberian bantuan paket bahan pokok makanan tersebut dilaksanakan melalui mekanisme non tunai (BaNTu), dengan sebagai tahapan berikut; identifikasi dan penentuan calon penerima oleh Kelompok Kerja (Pokja) bersama pemerintah desa dan diinput ke dalam data berbasis geospasial; dilanjutkan dengan penyiapan barang bantuan yang dilakukan oleh warung dan toko lokal setelah dilakukan assessment oleh Pokja berbasis daftar bahan pokok makanan yang telah ditentukan. Lalu, distribusi bantuan dilaksanakan menggunakan mekanisme non tunai dan digital e-voucher di warung dan toko lokal yang terpilih di masing-masing RW.

Rofiq menambahkan, bagi para penerima manfaat yang berhalangan datang ke toko yang ditentukan (lansia, disabilitas, sakit, atau sedang isolasi/karantina), maka Pokja bersama pemilik toko mengantarkan langsung ke rumah bagi mereka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca:  Lukai 3 Petugas, DPO Curat Asal Pasuruan Ditembak Mati Jatanras Polda Jatim

Pemberian bantuan paket bahan pokok makanan tersebut dilaksanakan melalui mekanisme non tunai (BaNTu), dengan tahapan sebagai berikut; identifikasi dan penentuan calon penerima oleh Kelompok Kerja (Pokja) bersama pemerintah desa dan diinput ke dalam data berbasis geospasial; dilanjutkan dengan penyiapan barang bantuan yang dilakukan oleh warung dan toko lokal setelah dilakukan assessment oleh Pokja berbasis daftar bahan pokok makanan yang telah ditentukan.

“Distribusi bantuan dilaksanakan menggunakan mekanisme non tunai dan digital (e-voucher dan pengenalan wajah via smartphone) di warung dan toko lokal yang terpilih di masing-masing RW, jadi tidak bisa diwakilkan kepada orang lain,” papar Rofiq.

Sementara itu, Sumiati warga Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan yang memiliki keterbatasan fisik (disabilitas) merasa senang karena bantuannya diantarkan langsung oleh anggota pokja ke rumahnya. “Saya sangat bersyukur mendapatkan paket bantuan dari LPBI NU ini. Terima kasih atas kepeduliannya kepada kami meskipun saya sakit bantuan tetap diantar ke rumah,” ujar Sumiati.

Baca:  Wujudkan Lingkungan Yang Bersih Dan Bebas Dari Narkoba

Program PKMM COVID-19 telah dilaksanakan oleh LPBI NU sejak Juli 2020, jauh sebelum kebijakan PPKM mikro ditetapkan oleh Pemerintah saat ini. Program ini telah berhasil meningkatkan upaya pencegahan COVID-19 di level terkecil dan terbawah masyarakat, yaitu keluarga. Dimulai dengan upaya peningkatan pemahaman warga terkait COVID-19 melalui sosialisasi di rumah ibadah dan kampanye publik di lokasi-lokasi stategis serta dukungan fasilitas pencegahan COVID-19, ditambah SOP Pencegahan, SOP karantina & penyediaan fasilitas karantina di tingkat RW. Selain itu, warga paling terdampak di daerah program juga mendapatkan bantuan paket bahan pokok makanan. (omdik/fer)