Begini Klarifikasi Kades Sidomulyo Sidoarjo Terkait Kerumunan Massa yang Terjadi

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM: Diberitakan sebelumnya, oleh beberapa media cetak dan online terkait kerumunan massa yang dibubarkan oleh petugas, terjadi di Dusun Jrebeng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo.

Adanya momen Kades Sidomulyo H.Kunadi, sambil naik perahu karet bertempat di sungai desa, menyusuri aliran air sepanjang sungai desa itu.

Yang diduga mendatangkan sejumlah kerumunan orang, di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sekala mikro. Usai pengambilan sumpah dan pelantikan Kades terpilih, hasil Pilkades serentak tahun 2020 di Pemkab Sidoarjo.

Hal ini dibenarkan oleh Kunadi, bahwa ia bersama warga desa setempat naik perahu karet menyusuri sepanjang sungai desa untuk memantau, hasil kerja bakti warga bersih – bersih kali seminggu yang lalu.

Baca:  Desa Pagerwojo Launching Kampung Tangguh Semeru, Kapolresta Sidoarjo Harapkan Terus Lestari

“Kegiatan tersebut memang ada, saya bersama warga, naik perahu karet untuk memantau hasil kerja bakti warga, bersih – bersih kali beberapa waktu yang lalu. Sudah selesai apa belum ?,” kata dia saat ditemui kanalindonesia.com di rumahnya pada Jum’at (05/3/2021) sore.

Dikatakan Kunadi,” memang benar ada sejumlah warga yang menonton, tapi saya tidak mengundang mereka untuk menonton kegiatan tersebut, serta di lokasi kegiatan, tidak ada pembubaran yang dilakukan oleh petugas,”lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakan Kunadi,”polisi memang datang ke lokasi. Namun, kami sudah naik ke permukaan, itu sekitar 20 menit kemudian, dan warga yang menonton juga sudah kembali ke rumah masing-masing, jadi tidak ada pembubaran,” tandasnya.

Baca:  Warga Ngawi Digemparkan Dengan Temuan Mayat Membusuk

Pihaknya juga mengapresiasi kinerja anggota Polsek setempat, dengan sigap segera memantau dan mengecek laporan dari masyarakat, adanya kegiatan pengecekan hasil kerja bakti bersih-bersih kali tersebut.

Kedepan, pihaknya akan melanjutkan kegiatan kerja bakti ini, bersama – sama stakeholder Kecamatan Krian, karena dirasa ini sangat penting, untuk memperlancar aliran air, yang selama ini sudah banyak ditumbuhi enceng gondok dan rumput, agar tidak terjadi banjir.

“Kami akan melanjutkan kerja bakti ini yang melibatkan tiga pilar, agar tidak terjadi misunderstanding,”ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Krian Kompol Mukhlason menyampaikan semua momen yang disengaja atau tidak disengaja yang menimbulkan kerumunan orang banyak, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro ini tidak diperbolehkan, agar pandemi covid ini segera berlalu.

Baca:  Tiga Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Ditangkap Satresnarkoba Polres Pamekasan

“Kalau sebelumnya, ada pemberitahuan kepada kami, akan kita beri arahan, momen terbaik untuk mewujudkan sebuah kegiatan, di masa PPKM ini bagaimana ?,” terangnya kepada awak media sembari menikmati buah durian di tempat langganannya.

“Kalau ada laporan dari masyarakat, pasti akan kita tindaklanjuti, kalau tidak, kita yang salah, dan kejadian di Dusun Jrebeng tersebut, jangan sampai terulang kembali di desa-desa di Kecamatan Krian, semoga menjadi pembelajaran, dan bersinergi mendukung program pemerintah dalam rangka memutus mata rantai virus korona ini,”pungkasnya.(Irwan_kanalindonesia.com)