Polisi Ungkap Fakta Baru, Kajari Gadungan Tipu Korbannya Rp625 Juta Untuk ini

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Usai melakukan pemeriksaan polisi temukan fakta terbaru dari pengakuan seorang jaksa gadungan yang diamankan Kejari Surabaya beberapa waktu lalu. Hal ini dipaparkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian saat merilis di Mapolrestabes Surabaya, Jum’at (5/3/2021).

Menurut keterangan Oki, tersangka bernama Abdussamad (38) ini merupakan pecatan honorer di salah satu Kejari di Kalimantan juga melakukan penipuan terhadap dua orang korban.

“Modusnya, tersangka menjanjikan korban bisa masuk dan bekerja di Kejaksaan. Ada juga yang menjadi PNS di Kementerian Hukum dan HAM. Korbannya ada dua,” ungkap Oki dikutip Kanalindonesia.com, (5/3/2021).

Oki merinci total yang didapat tersangka dari kedua korbannya capai Rp625 juta. “Korban pertama menyerahkan Rp300 juta dan dari korban kedua sekitar Rp325 juta,” imbuhnya.

Abdussamad menyamar sebagai jaksa gadungan sudah sejak tahun 2019 lalu. Ternyata selama dia menyamar termasuk cantik, pasalnya istri yang ia nikahin tersebut tahunya tersangka ini berprofesi sebagai jaksa.

“Selama dia berkeliaran dengan atribut ini bahwa dia adalah jaksa. Iya istrinya juga tidak tahu, istrinya tahunya bahwa yang bersangkutan adalah jaksa,” papar Oki.

Masih kata Oki, kasus ini merupakan hasil ungkap dari Tim Intelijen dari Kejari Surabaya setelah mendapat adanya tagihan penginapan beberapa hotel di kawasan Surabaya Barat capai Rp38 juta.

“Yang bersangkutan ini ditangkap di salah satu hotel kawasan Surabaya Barat oleh pihak kejaksaan. Kemudian dilimpahkan kepada kami,” kata Oki.

Saat ditanya korban yang ia tipu, Abdussamad menyebut dua orang. Dia awal mula mengenal korban dari warung kopi.

“Saya pakai jaket, didalamnya ada baju jaksa,” ujar tersangka.

Jaksa gadungan ini dijatuhi Pasal 378 KUHP dengan hukuman penjara paling lama 4 tahun dan Pasal 372 KUHP dengan hukuman paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp900 juta. Ady