Gelar Rakor 3 Pilar, Ketua PDIP Ponorogo: Hati-hati dengan yang Bisik-bisik Proyek

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Ketua DPC PDIP Ponorogo Bambang Yuwono, saat bertemu Bupati dan Wakil Bupati Sugiri Sancoko-Lisdyarita secara khusus berpesan agar tidak bermain-main dengan proyek pemerintah. Jangan sampai karena terlena dengan mereka yang merecoki dengan memainkan proyek pemerintah.

Hal itu disampaikan ketua DPC PDIP Ponorogo saat digelar Rakor 3 Pilar, Minggu (07/03/2021) di Kantor DPC PDIP di Jl.Budi Utomo Ponorogo itu.

” Kita saat ini dalam sorotan banyak pihak. Banyak yang iri dengan partai kita, mereka mulai melirik ke kita. Selamatkan diri dari elemen yang bisik-bisik proyek. Hati-hati jangan sampai masalah sepele berurusan dengan KPK,” pesan Bambang Yuwono atau Bambang Logos itu kepada Bupati dan wakil bupati.

Baca:  Bawa Sabu Seberat 0,33 gram, DH Diciduk Polsek Pademawu Pamekasan

Kepada puluhan kader dari 21 PAC seluruh kecamatan di Ponorogo, Bambang Logos juga berpesan saatnya PDIP bangkit menuju 2024. Pada Pemilu 2024 nanti Bambang Logos mengharapkan elektabilitas partai naik terus dengan menambah kursi di DPRD Ponorogo dari 4 menjadi 12. Ini bisa dimaklumi karena Logos mengklaim sudah banyak kader-kader partai lain sudah melirik dan minta ijin untuk bergabung dengan partai banteng gemuk itu .

“ Sudah banyak yang terus terang dan ada yang bisik-bisik mau maju melalui PDIP. Tentu kita harus berikan beberapa syarat dan yang pasti kita utamakankan kader- kader kita dulu,” tegas anggota DPRD Jatim itu.

Sementara Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan Lisdyarita yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada para kader dan DPC PDIP yang berjuang memenangkan Pilkada 2021. Pada kesempatan itu Sugiri juga menyampaikan, komitmen sebagai bupatinya wong cilik maka tugas pertama adalah menyenangkan orang kecil atau masyarakat.

Baca:  PD BPR BKK Kendal Tingkatkan Aset Capai Rp 308 Miliar

Program 99 hari kerja yang jadi prioritas yang dengan mengandalkan gotong royong rakyat. Sebab kalau mengandalkan pada APBD saja maka tidak akan tercapai, hal ini mengingat APBD sudah didok pada masa bupati sebelumnya. Untuk itu dengan gotong royong maka program 99 hari akan selesai pada waktunya.

“Kalau mengandalkan APBD jelas tidak bisa, karena sudah didok sebelumnya. Jadi yang bisa kami lakukan adalah bergotong royog dengan masyarakat, para pengusaha dan bank untuk progrram 99 hari khusunya face off kota Ponorogo. APBD baru kita laksanakan penuh nanti tahun 2022 dan 2023,” jelas Sugiri.(Jihan Ranna_kanalindonesia.com)