Ngaku Pemilik Perusahaan Besar, Wanita ini Ancam Wartawan Lapor ke Polisi

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Tindak arogan terhadap awak media saat melakukan peliputan kembali terjadi. Kali ini seorang terdakwa bernama Joice Yulita Widjaja diadili dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menantang awak media seusai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (8/3/2021).

Insiden tersebut berawal ketika terdakwa Joice Yulita Widjaja menjalani sidang di ruang Garuda 2 PN Surabaya beragendakan tuntutan. Dalam kasus ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Muzaki dari Kejari Surabaya menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa selama 2 bulan.

Alasan JPU Ahmad Muzaki yaitu lantaran perbuatan terdakwa terbukti bersalah sesuai dengan Pasal 44 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2004. Yang diyakini terdakwa Joice Yulita Widjaja melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga terhadap saksi Lie Indra Muliawan tak lain adalah suaminya sendiri.

“Dengan Pidana Penjara selama 2 bulan,” kata Ahmad Muzaki di hadapan hakim ketua Tangitong, SH., MH, di Ruang Garuda 2 Pengadilan Negeri Surabaya, Pada Hari Senin (8/3/2021).

Merasa risih dengan sorotan kamera ke arah dirinya, saat itu lah Joice Yulita Widjaja menegur fotografer dari media cetak tersebut.

“Mas.. Mas.. Tolong jangan foto saya. Saya bukan tersangka kasus besar,” ucap Joice Yulita Widjaja menegur wartawan saat sidang masih berlangsung, (8/3).

Namun tindakan terdakwa justru ditanggapi majelis hakim dengan mengatakan wartawan diperbolehkan ambil gambar persidangan, karena sidang terbuka untuk umum.

“Gak apa-apa, mereka wartawan boleh ambil gambar (meliput) persidangan,” kata hakim Tangitong terhadap terdakwa.

Perkataan kasar itu pun dilontarkan terdakwa Joice Yulita Widjaja terhadap wartawan di luar ruang sidang. Dengan menghampiri wartawan yang ingin konfirmasi, terdakwa mengaku keberatan kalau dirinya di foto untuk dimuat dan dipublikasikan di media.

“Kalian gak tau siapa saya. Saya ini pemilk perusahaan, saya bisa laporkan anda” cetus terdakwa dengan nada emosi.

Perlu diketahui, kasus yang menjerat terdakwa Joice Yulita Widjaja terjadi pada hari Rabu, 13 Mei 2020 lalu di dalam kamar rumahnya di Jalan Galaxy Bumi Permai Blok J-4/12-8 Surabaya.

Perselisihan pendapat yang berujung kekerasan fisik antara terdakwa dengan suaminya (korban) pun terjadi. Awalnya terdakwa Joice Yulita Widjaja mendorong saksi Lie Indra Muliawan ke belakang sampai kepala korban terbentur tembok hingga terjatuh di lantai.

Terdakwa menendang paha kanan kiri korban sebanyak dua kali. Lalu terdakwa juga memukul dada saksi dan mencakar pergelangan tangan kiri korban hingga mengalami luka robek.

Setelah dilakukan visum terhadap koraban. Akibat penganiayaan tersebut, Indra mengalami luka-luka. Antara lain luka memar di kepala, luka robek bekas cakaran di tangan dan dada. Selain itu, tekanan darah Indra menjadi naik. Ady