Mantan Jurnalis Buktikan Bisnis Kuliner Tetap Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

NGAWI, KANALINDONESIA.COM: Pandemi Covid-19 begitu memukul kelangsungan usaha di berbagai sektor, terutama di bidang kuliner siap saji. Menyusul diberlakukannya berbagai kebijakan pembatasan interaksi orang di luar rumah hingga jam operasional penjualan yang membuat bisnis di sektor kuliner terpuruk.

Namun, ada beberapa pengusaha di sektor kuliner yang justru mampu bertahan meski dengan memutar otak. Salah satunya, Warung Milangkori special gurame dan ayam kampung yang berada di Dusun Bulung, Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi, Jawa Timur.

“Tentunya kreatif ya sejak awal. Memang usaha kuliner milik saya ini kemasannya tradisional banget bentuknya warung dan lokasinya berada ditengah pedesaan yang asri dan sejuk,” terang Sutopo si pemilik Warung Milangkori, Senin, (15/3).

Baca:  Pengerjaan Tol Solo-Kertosono Terancam Mundur, Dua Warga Masih Bertahan

Ungkap Sutopo, konsep yang disajikan di Warung Milangkori sesuai selera makan warga masyarakat pada umumnya. Artinya konsep yang ia boyong pun cukup mentradisi dengan menu ikan bakar gurami plus ayam kampung. Apalagi lokasi warung makan tersebut jauh dari hiruk pikuk keramaian kota.

“Ada perbedaanya warung makan ini dengan lainya. Disini konsepnya sangat tradisional ya ditambah suasana asli pedesaan yang masih asri apalagi harganya pun sangat terjangkau sekali,” urainya.

Sutopo yang juga mantan jurnalis di era 2000 an membeberkan, pada awal pandemi Covid-19 hanya sepekan merasakan dampaknya. Padahal saat itu Warung Milangkori baru beroperasi setahun lebih. Meski demikian dirinya yakin akan usahanya itu tetap bertahan dengan menu yang disajikan.

Baca:  Ini Dia Paket Ramadhan Aruna Senggigi Lombok

Bukan tanpa alasan, rata-rata pengunjung yang mampir mengaku puas. Alasannya, lidah mereka dimanjakan dengan ramuan rempah pada bumbu gurami bakar maupun ayam kampungnya. Kedua kalinya adalah desain warung makan yang dibalut dengan suasana tempo dulu.

“Alhamdulilah sampai saat ini bertahan bahkan sangat banyak yang order tempat secara rombongan sebelum mampir,” pungkas Sutopo yang juga seorang dosen perguruan tinggi swasta di Ngawi.