Menuju Pembelajaran Tatap Muka, SMK PGRI 2 Ponorogo Siapkan GeNose C19

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Salah satu sekolah di Ponorogo, yakni SMK PGRI 2 Ponorogo melaunching alat pendeteksi covid-19 yakni GeNose C19 pada Sabtu pagi (20/3/2021). Launching sekaligus uji coba kali ini dilakukan secara langsung oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Samhudi Arifin menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mendatangkan GeNose C19. Selain itu, menurutnya menggunakan GeNose C19 adalah cinta produk dalam negeri.

Nantinya penggunaan GeNose C19 akan dilakukan oleh seluruh murid dan wali murid secara gratis. Ia turut menjelaskan bagaimana cara menggunakan GeNose C19.
“Tarik nafas 3 kali, yang ke 3 itu ditiup ke plastik yang sudah disiapkan lalu dimasukkan ke dalam alat yang mendeteksi udara tadi. Nah nanti keluar hasilnya positif atau negatif”, terangnya.

Baca:  Patroli Gabungan Polisi dan Perhutani berhasil padamkan kebakaran hutan.

GeNose C19 didatangkan dengan tujuan upaya pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan dilakukan oleh SMK PGRI 2 Ponorogo. Karena menurut Samhudi, di SMK pembelajaran 60% adalah praktek.
“Karena ini SMK, kan ada prakteknya, gak bisa diajarkan secara virtual”, ungkapnya.

Samhudi juga menambahkan, alasan diadakannya PTM juga untuk meringankan beban orang tua dalam membeli paket data. Juga penting untuk mendidik karakter dan watak anak mulai dari disiplin hingga sopan santun.
“Pinter itu bisa dididik secara instan, tapi kalau karakter tidak”, tuturnya.

Sementara itu, Sugiri mengatakan PTM akan segera diberlakukan di sekolah lain dengan sistem murid yang masuk berjumlah 1/3 dari jumlah kelas secara bergantian.
“Untuk PTM akan dibolehkan dalam waktu dekat. Kami bersama tim sudah merumuskan surat edaran terkait PTM. Jadi di tengah-tengah covid-19 proses belajar mengajar tetap berjalan”, ungkapnya.(JihanRanna_kanalindonesia.com)

Baca:  Bupati Kang Giri Bertemu Kadaop 7 Madiun, Bahas Aset PT. KAI di Ponorogo