Ecoprint, Inovasi Batik Baru di Ponorogo

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita membuka acara pelatihan batik Ecoprint bagi anggota koperasi pada Selasa (23/3/2021) di Aula Wisma Koperasi.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Perdakum ini bekerjasama dengan CV Alia Sejahtera asal Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perdakum, Addin Andhanawarih mengatakan jika metode batik ecoprint merupakan inovasi baru dan pertama kali ada di Ponorogo yang menggunakan bahan-bahan alami.

“Bahan baku ada di seputaran kita, Ponorogo banyak ladang, sawah yang bisa dimanfaatkan”, ujarnya.

Lebih lanjut lagi, untuk memajukan UMKM, pemerintah bekerjasama dengan swalayan lokal hingga jaringan nasional untuk memasarkan produk Ecoprint yang tak hanya berupa kerajinan, namun juga makanan dan minuman berbahan dasar alami.

Baca:  Wabub Lamongan Kartika Buka Puasa Dan Santunan Ratusan Anak Yatim piatu

“Kami akan melakukan pendampingan untuk perizinan secara legal. Sehingga menjadi pelaku usaha yang sukses dan mandiri’, imbuh Addin.

Sementara itu, Eti, selaku pemilik CV Alia Sejahtera mengatakan jika Ecoprint berasal dari luar negeri. Menurutnya, berkat teknologi, Ecoprint sudah menyebar ke berbagai negara bahkan Indonesia hingga ke pelosok desa.

“Ecoprint ini sedang tren di seluruh dunia. Karena sedang digalakkan go green, back to nature. Jadi ya kembali menggunakan bahan-bahan alami mulai dari pakaian sampai pangan”, tuturnya.

Penggunaan Ecoprint sendiri menggunakan 1 bahan dari serat alam baik itu sutra, kapas, katun, kulit sapi, kulit domba, kulit kayu, keramik, hingga gerabah yang dicap dengan daun.

Baca:  Puluhan Pelanggar Terjaring Operasi Yustisi di Aloon-aloon Ponorogo

“Daun yang dicap harus mengandung vitamin. Seperti daun pucuk jati, mimbo, mahoni. Tidak semua daun bisa digunakan, rumput pun tidak bisa”, jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Lisdyarita menginginkan agar batik Ecoprint dijual dengan harga terjangkau. Sehingga seluruh elemen masyarakat mampu untuk membeli batik.

“Setelah pelatihan Ecoprint jangan sampai di sini. Saya minta ibu bapak bisa upload ke medsos biar masyarakat tau. Batik ini sangat cantik, bahan juga dari alam”, katanya.

Lisdyarita berharap, batik Ecoprint bisa dijadikan sebagai ekstrakurikuler di sekolah. Pemerintah juga akan membantu memasarkan Ecoprint melalui marketplace untuk menambah perekonomian terutama UMKM.

“Di acara apapun saya bersama bupati mewajibkan selalu ada UMKM untuk diperlihatkan sehingga masyarakat akan lebih mengenal. Batik Ponorogo juga biar booming lagi”, pungkasnya.(JihanRana_kanalindonesia.com)

Baca:  Inisiator Kerumunan Massa, Dijerat UU Kekarantianaan Kesehatan