Ketum HMI Baru Terpilih, Polisi Tunggu Mediasi Soal Pengamanan 6 Orang Aksi Ricuh

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Meski dalam pelaksanaan Kongres XXXI HMI diselenggarakan di Gedung Islamic Center Surabaya beberapa kali kerap terjadi aksi keributan. Namun setelah dilanjutkan diputaran kedua, hasilnya Raihan Ariatama kini resmi terpilih menjadi ketua umum pengurus besar (Ketum PB) HMI periode 2021-2023 di Surabaya.

Selama pelaksanaan Kongres HMI, setidaknya ada sekitar 6 orang peserta yang diamankan pihak kepolisian lantaran membuat kericuhan dan merusak sejumlah fasilitas Gedung Islamic Center Surabaya. Seperti kaca-kaca setinggi 10 meter pecah dan kursi rusak karena dibanting peserta HMI.

Meski begitu, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta menjelaskan sampau saat ini pihaknya masih menunggu koordinasi dengan ketua umum baru dan badan koordinasi (Badko).

“Ya, untuk proses selanjutnya kami menunggu dari pihak pimpinan baru HMI maupun nanti Badkonya (badan koordinasi) masing-masing bisa berkoordinasi terkait dengan adik-adik 6 orang itu,” ujar Nico dikutip Kanalindonesia.com di Gedung Islamic Center Surabaya, Kamis (25/3/2021).

Hingga kini, Lanjut Kapolda, pihaknya mencari solusi yang terbaik untuk keenam peserta yang masih ditahan di Polrestabes Surabaya.

“Karena permasalahan ini saya kira nanti bisa dibicarakan bagaimanapun juga adik-adik ini, adik-adik kita juga tetap akan memikirkan bagaimana yang terbaik,” imbuh Nico.

Kapolda menegaskan, agar pihak Badko dan ketua umum HMI yang baru ini secepatnya berkoodinasi dengan polisi. Pihaknya berjanji akan menerima dengan terbuka.

“Silahkan berkoordinasi, kami juga akan sangat terbuka karena permasalahan ini kan permasalahan kecil menurut saya,” tandas Nico.

Perlu diketahui, aksi ricuh itu terjadi pada hari Rabu (24/3/2021), dimana saat sidang Kongres HMI berlangsung di Gedung Islamic Center. Enam peserta itu diamankan anggota kepolisian dari Polda Jatim.

Irjen Pol Nico Afinta mengatakan keenam mahasiswa yang diamankan masih diperiksa di Polrestabes Surabaya. “Masih diperiksa,” kata Nico pada awak media, (25/3). Ady