Dituding Atas Kematian Anak Tiri Tak Wajar, Linda Halim Ungkap Kronologi Kejadian

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Linda Halim akhirnya angkat bicara soal tudingan atas kematian putri sambungnya bernama Aghita Putri Cahyani (14) yang belakangan ini beredar di media sosial dan menyudutkan dirinya.

Dihadapan awak media, Linda didampingi suaminya Agung Rahardjo saat mendatangi kantor Rolland Ellyas Potu, SH., MH. selaku kuasa hukumnya ini mengungkapkan kronologi penyebab kematian Aghita Putri Cahyani, putri bungsu dari suami (Agung Rahardjo) dengan istrinya, Erlita Dewi asal Kendari.

Dari hasil perkawinan dengan Erlita Dewi, Agung Rahardjo mempunyai empat anak. Kini keduanya telah resmi bercerai. Kemudian Agung menikah dengan Linda Halim. Berdasarkan keputusan pengadilan berbunyi hak asuh keempat anaknya itu diserahkan kepada Agung

Linda Halim menyebut, tudingan itu ditujukkan dari pihak Erlita Dewi terhadap dirinya. Karena tidak terima atas kematian anak kandungnya itu.

Lalu Erlita menduga ada hal tak wajar dialami almarhumah sampai menyebabkan meninggal dunia. Sehingga dirinya memperkarakannya ke pihak kepolisian dan meminta makam almarhumah dibongkar untuk di otopsi.

Padahal diakui Linda Halim, bahwa Aghita meninggal dunia itu didiagnosa dokter mengalami kebocoran dan infeksi pada ginjalnya. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit (RS) Delta Surya, Kabupaten Sidoarjo.

Waktu itu, mendiang Aghita secara tiba-tiba mengalami bengkak di bagian kaki dan wajahnya. Seketika itu juga Linda membawanya ke Rumah Sakit.

“Makanya waktu itu saya putuskan bawa ke dokter, bawa ke dokter penyakit dalam (RS Delta Surya). Pada waktu bawa ke dokter penyakit dalam, dokter lihat anak saya. Terus dia bilang apa ada gangguan jantung? Saya bilang nggak ada, anak saya nggak ada keluhan penyakit apapun,” tutur Linda mengawali ceritanya, Sabtu (3/4/2021).

Oleh dokter spesialis penyakit dalam, Linda kemudian dianjurkan membawa anaknya ke bagian jantung untuk menjalani EKG (Elektrokardiogram).
Yakni pemeriksaan mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung menggunakan mesin pendeteksi impuls listrik jantung yang disebut elektrokardiograf.

Pada Rabu, (17/3/2021). Linda membawa almarhumah ke dokter spesialis jantung rumah sakit yang sama. Dari hasil pemeriksaan EKG, Dokter menyebut jika Aghita tidak mengalami kelainan atau penyakit jantung.

“Akhirnya saya diminta kembali ke dokter penyakit dalam,” tandasnya.

Keesokan harinya, Linda kembali ke dokter spesialis penyakit dalam RS Delta Surya Sidoarjo dengan membawa hasil EKG. Dari analisa dokter, Aghita diminta menjalani foto rontgen (thorax) guna mengetahui kemungkinan ada gangguan di bagian dada.

Selain foto thorax, urin dan darah Aghita dikatakan Linda, juga diambil untuk diperiksa.

“Karena hasil ini tidak bisa keluar dalam sehari, saya dua kali ke dokter membawa foto thorax yang ternyata nggak ada masalah. Terus sama hasil laboratorium ini. Terus dokter bilang terlalu dini untuk menyimpulkan adik ini sakit apa, kami minta untuk di USG (Ultrasonografi),” lanjutnya.

Disitulah ditemukan penyebab bengkak pada kaki dan wajah anak tirinya. Dokter yang melakukan USG menjelaskan jika pasien mengalami kebocoran dan infeksi pada organ ginjal.

Meski begitu, dokter tetap meminta Linda agar kembali ke dokter spesialis penyakit dalam dengan membawa foto hasil USG.

“Terus dokter penyakit dalam itu yang saya ingat hanya lihat begini. (Dan bilang) Ya kita obati saja,” katanya.

“Namanya ibu, ketika saya mendengar anak saya ada infeksi di ginjal pikiran saya itu kemana-mana. Saya syok, saya nangis, saya kaget. Karena selama ini anak saya tidak ada keluhan, sama sekali tidak ada keluhan,” imbuh Linda dengan suara gemetar.

Sejak saat itu, Linda mengaku semakin intens mengawasi anak-anaknya. Mengatur pola makan mereka secara ketat dan menjaga keseimbangan kebutuhan air minum.

“Terus makan nggak boleh terlalu asin, karena adiknya (almarhumah) ada hipertensi,” singkatnya.

Setelah tiga hari mengkonsumsi obat, bengkak kaki dan wajah yang dikeluhkan Aghita berangsur hilang. Tubuhnya terlihat lebih sehat seperti sediakala. Ketika ditanya, Aghita juga mengaku tidak merasakan sakit apa-apa.

“Jadi dia sudah mulai beraktivitas, dia tetap melakukan daring dari sekolah, tetap nonton, tetap bermain game, tetap seperti anak normal. Itu saya sama sekali tidak merasa ada apa-apa dan belum jadwal kontrol lagi,” ujar Linda.

Namun rupanya, penyakit itu nampaknya masih bercokol didalam tubuh almarhumah hingga merenggut nyawa orang yang paling disayang Linda. Pada Sabtu, tanggal 27 Maret 2021, Aghita meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.

Disaat detik-detik kepergian Aghita, Linda menuturkan jika anaknya sempat meminta digendong. Bukan itu saja, dalam perjalanan menuju ke rumah sakit mendiang Aghita juga merasa kehausan namun permintaan terakhir itu tak dapat dipenuhinya.

“Dia masih bicara, mama haus. Saya ngomong tunggu ya nak, mama gak bawa air. Tunggu ya nak,” ucapnya lirih.

Sesampainya di rumah sakit, oleh dokter, Aghita dinyatakan meninggal dunia. Setelah dinyatakan meninggal, Agung dan Linda meminta dokter terus melakukan upaya medis dengan memberikan kejut jantung.

“Kami memang meminta karena tidak percaya secepat itu anak saya pergi,” tambah Agung disamping istrinya.

Setelah hampir tiga jam menunggu tindakan medis, upaya Agung dan Linda tak bisa melampaui takdir. Agung yang kemudian pasrah, mencoba menghubungi Erlita Dewi, mantan istri dan ibu kandung Aghita untuk mengabarkan kematian anaknya itu.

Namun tak disangka, kisruh sepeninggal Aghita terjadi. Kedua orang tua kandung almarhumah berseteru dan berbuntut laporan polisi. Ady