Kliennya Dihujat Netizen, Pengacara di Surabaya Bakal Laporkan Pemilik Akun ke Polisi

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Menanggapi keluhan Linda Halim yang disudutkan oleh para netizen di media sosial, Rolland Ellyas Potu menegaskan dirinya akan melaporkan akun media sosial ke polisi apabila ditemukan komentar miring serta ujaran tak berdasarkan fakta yang menyudutkan kliennya.

Seperti diketahui, nama kliennya (Linda Halim) dituduh menjadi dalang atas kematian anak tirinya, Aghita Putri Cahyani (14) dinilai tak wajar tersebut.

“Karena sudah menyasar langsung kepada akun dan nama pribadi daripada klien kami. Maka akan kami lakukan itu sesuai dengan undang-undang ITE,” tegas Rolland saat ditemui di kantornya, Sabtu (3/4/2021).

Menurut Rolland, dalam prinsip hukum seseorang baru dinyatakan bersalah setelah ada keputusan dari pengadilan. Oleh karena itu dirinya minta masyarakat maupun warganet berhenti menjustifikasi bersalah terhadap kliennya.

“Karena hanya keputusan hakimlah yang bisa dianggap suatu kebenaran,” tutupnya.

Sementara itu, Linda Halim warga Sidoarjo meminta agar netizen berhenti untuk menghujat dirinya. Ia mengaku setelah adanya pemberitaan miring itu, kehidupan keluarganya merasa terganggu. Terutama kepribadian ketiga anak sambungnya.

“Setelah diberitakan itu, anak-anak sempat bertanya kepada saya. Kan kasihan, anak saya di sekolah dengan teman-temannya jadi malu untuk berteman,” kata Linda saat ditemui di kantor kuasa hukumnya itu, Sabtu (3/4/2021)

Oleh karena itu ia memohon kepada masyarakat maupun warganet, berhenti menghakimi dan menuduh macam-macam kepada keluarga dan kehidupannya tanpa disertai bukti.

“Saya percaya Allah pasti menunjukkan kebenaran. Tetapi saya mohon, selama kalian belum memiliki bukti jangan menghujat saya,” ujarnya.

Tudingan itu muncul berawal dari pihak Erlita Dewi, mantan istri suami Linda (Agung Wahyudi Rahardjo) mengisahkan ke media sosial tentang duka nestapa perpisahan dengan empat anak kandungnya selama tiga tahun setelah mengalami perceraian.

Usai lama tak bertemu, pada hari Sabtu (27/03/21) Erlita justru mendapat kabar tentang kematian putri sulungnya, Aghita. Ia lantas tak terima dengan kabar ini. Erlita meminta polisi membongkar makam Aghita untuk dilakukan penyelidikan karena mencium ketidakwajaran pada kematian anak kandungnya itu.

Sebaliknya, Linda kemudian membuat sanggahan karena merasa difitnah. Ia mengatakan bahwa Aghita sebelum meninggal sedang menderita kebocoran dan infeksi organ ginjal.

Dirinya dan keluarga selama ini memilih diam dikatakan Linda, karena tidak ingin terjadi perselisihan hingga merusak nama baik orang lain.

Namun karena tudingan tak mendasar terus diterimanya, pihaknya pun memutuskan perlu mengklarifikasi tentang apa yang sebenarnya telah terjadi.

Linda Halim menuturkan, sebelum Aghita meninggal dokter di Rumah Sakit (RS) Delta Surya Kabupaten Sidoarjo mendiagnosa ada infeksi dan kebocoran pada organ ginjal anak tirinya tersebut.

“Kata dokter yang USG, ada infeksi di ginjal dan ada sedikit kebocoran,” katanya.

Linda kemudian menunjukkan beragam bukti rekam medik seputar perawatan mendiang Aghita sebelum meninggal dunia. Diantaranya berupa hasil foto Elektrokardiogram, rontgen thorax, ultrasonografi hingga hasil pemeriksaan urin maupun darah almarhumah.

Bahkan ketika jenazah belum dikebumikan. Ia dan keluarga sempat mengabadikan kondisi Aghita yang tidak mengalami pendarahan maupun lebam seperti dikabarkan selama ini.

“Jadi saya mohon, jangan menghujat saya. Saya mohon,” tandasnya. Ady