Ruwat Deso Tradisi Kuno yang Harus Pertahankan, di Tengah Peradaban Zaman

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Budaya tradisi selalu menarik untuk disimak di tengah-tengah peradaban modern. Mempertahankannya, berarti melestarikan warisan leluhur yang mulai tergerus oleh zaman.

Di Wringinanom, budaya dan tradisi kuno, sudah hampir punah. Sebab, masyarakat Kota Pudak, sekarang banyak dihuni para pendatang yang tak mengerti tradisi masyarakat asli. Apalagi, kini banyak banyak tumbuh pabrik-pabrik baru. Sementara masyarakat pinggiran kota, masih hidup dalam tradisi pedesaan, tetap ingin menjaga tradisi leluhur mereka.

Di Dusun Juwet, Desa Wringinanom, Gresik, Jawa Timur ini misalnya. Setiap tahun, warga sekitar menggelar acara sedekah bumi usai panen raya, Minggu (4/4/2021)

Perhelatan itupun digelar di punden (makam kuno leluhur dusun) setempat. Sebagai penghormatan dan mempertahankan budaya adat jawa yang telah diwariskan secara turun temurun.

Baca:  Pelantikan Bupati Terpilih Jombang, Masih Proses di Mendagri dan Tunggu Izin Dari Presiden

Kepala Desa Wringinanom H.Yoko menyampaikan, perayaan sedekah bumi ini merupakan budaya adat istiadat Jawa yang harus dilestarikan. Di massa pandemi, pelaksanaan kegiatan pun digelar dengan protokol kesehatan.

“Perayaan sedekah bumi ini adalah salah satu upaya menjalin silaturahmi antar warga,” kata dia.

Yoko menambahkan,” selain silaturahmi, pagelaran ini adalah upaya untuk nguri-uri (Jawa-red) menghidupkan tradisi kuno, yang tidak boleh tergerus oleh zaman,” sambungnya.

Perayaan sedekah bumi tersebut diramaikan dengan menghadirkan wayang kulit Ki dalang Budi Prayitno dengan lakon pewayangan” Arjuna Katresnan”.(Irwan_kanalindonesia.com)