Berkas Sempat P19 Lima Kali, Kasus Ariel Dipaksakan

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Persidangan kasus dugaan pemalsuan akta autentik yang melibatkan Ariel Topan Tubagus sebagai terdakwa kembali bergulir. Kali ini Ariel melalui tim kuasa hukumnya mengajukan nota pembelaan (pledoi) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (7/4/2021).

Dalam perkara ini, terdakwa Ariel Topan Tubagus dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 3 tahun 6 bulan penjara. Sementara itu pledoi tersebut berisi bahwa Ariel tidak terbukti membuat surat palsu sebagaimana dimaksud dalam surat dakwaan alternatif pertama, kedua dan ketiga.

Fahmi Bahmid selaku kuasa hukum Ariel menyebut, dalam perkara yang menyeret kliennya di meja hijau ditemukan beberapa kejanggalan. Seperti petunjuk adanya dugaan rekayasa untuk memaksakan kasus ini untuk diproses.

Fahmi mengaku, dengan adanya P19 dinyatakan jaksa ke penyidik hampir lima kali. Yang mana tidak ada bukti yang memberatkan terdakwa. Namun adanya unsur dipaksakan naik oleh penyidik dan jaksa pun terjadi.

“Hal ini sangat bertentangan dengan aturan yang diatur Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 099/KMA/SKB/V/2010, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor : M.HH-35.UM.03.01 tahun 2010, dan Kapolri Nomor : KEP-59/A/JA/2010, Nomor : B/14/V/2010, yang mana berdasarkan ketentuan Pasal 2 huruf d,” kata Fahmi usai persidangan.

Fahmi anggap dalam proses penegakkan hukum soal pengembalian berkas perkara antara penyidik dan jaksa semakin kuat. Dimana pihak penyidik merasa sudah berusaha maksimal untuk memenuhi petunjuk JPU.

“Sedangkan di pihak jaksa tetap beranggapan bahwa berkas perkara itu belum lengkap,” bebernya.

Ada beberapa point yang dilampirkan dalam pledoi, sebagai uraian fakta persidangan dan analisa yuridis, serta memohon kepada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya untuk memutuskan, yakni pertama mengabulkan pembelaan penasehat hukum,

Kedua, menyatakan terdakwa Ariel Topan Tubagus tidak terbukti membuat surat palsu/pemalsuan tanda tangan, menyuruh memalsukan keterangan tidak benar dalam suatu akta, dan tidak terbukti melakukan penggelapan sebagaiamana dimaksud dalam surat dakwaan alternatif pertama, kedua dan ketiga.

Ketiga, emerintahkan Jaksa Penuntut Umum segera membuka blokir Rekening Bank BNI Nomor 3398161688 atas nama PT. Hosion Sejati.

Keempat, menyatakan, memulihkan harkat, martabat, nama baik terdakwa Ariel Topan Tubagus,

Lalu kelima, membebaskan terdakwa dari segala dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Dan terakhir membebankan biaya perkara kepada Negara. Ady