Pembangunan Pasar Desa Terhambat, Tim OPD Pemkab Gresik Tinjau Lokasi

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Program untuk membangun desa mandiri terkendala, Pemerintah Desa Sumberame, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jatim, menghadirkan tim Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Gresik untuk meninjau lokasi, Rabu (7/4/2021) kemarin.

Kehadiran sejumlah perwakilan Dinas Kabupaten Gresik tersebut untuk menganalisa terhambatnya program pembangunan pasar Desa Sumberame itu.

Tak lain, program pembangunan pasar desa tersebut salah satunya adalah untuk pemberdayaan masyarakat desa serta menuju desa mandiri.

Pemdes sudah memetak-metak area yang bakal dibangun pasar tradisional itu. Pasar desa tersebut berdiri di atas Tanah Kas Desa (TKD) seluas 1,7 ha. Yang sudah diurug dan dibangun pondasi (bakal lapak penjual) sekitar 8000 meter persegi.

Saat ini, kendala yang dihadapi Pemerintah Desa Sumberame adalah merelokasi bangunan-bangunan liar yang berdiri di atas sempadan sungai desa, bangunan liar tersebut tidak hanya berdiri di sempadan sungai, namun separuh dari bangunan liar tersebut berdiri di atas sungai yang dicor. Sehingga menghalangi jalannya arus air dari hulu ke hilir.

Baca:  Razia Balap Liar, Belasan Motor Diamankan Polres Ponorogo

Berawal dari tersendatnya arus air di drainase desa, Kepala Desa Sumberame H.Suep Wahyudi kerap mendapat kritikan pedas dari warga, karena berdampak banjir pada Jalan Poros Desa (JPD) yang tak kunjung surut.

“Sebetulnya mereka (pemilik bangunan liar) itu sudah kami tegur sejak tahun lalu, tapi mereka bandel, sehingga solusi banjir belum ada titik terangnya sampai sekarang,”keluhnya.

“Sekarang kami menghadirkan Tim OPD dari Pemkab Gresik guna untuk membantu mengatasi polemik yang terjadi, agar program pembangunan pasar desa segera terealisasi dan banjir juga segera teratasi,”bebernya.

Usai membahas pokok permasalahan di kantor desa, sejumlah perwakilan dinas dari Pemda Gresik segera survei ke lapangan, untuk mendapatkan jawaban.

Baca:  Kapolres AKBP Arief Fitrianto Pimpin Apel Pengamanan Malam Suran dan Wisuda Warga Baru PSHT

Setelah turun ke lapangan untuk mengecek lokasi, di kantor desa, tim dari Pemkab Gresik hanya memberikan saran kepada kepala desa.

Dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Gresik, Kabid administrasi dan Pemerintahan Desa Nurul mukhid menyarankan,”untuk menindak lanjuti polemik ini, kita semua agar berhati-hati ( ben podo aman kabeh),”sarannya, di dalam kantor Kades.

Terlontar juga dari Kabid Sub Bagian Bantuan Penyuluhan Hukum Pemkab Gresik Adi Nugroho, Adi mempunyai kesimpulan sementara, bahwa bangunan liar tersebut keberadaannya sudah menyalahi prosedur karena bangunan tersebut memakan badan sungai.

Untuk itu Adi punya saran agar memasang banner himbauan untuk tidak mendirikan bangunan liar di sepanjang fasum yang ada.

Baca:  Yon Armed 12 Kostrad Bantu Korban Bencana Pacitan

Sementara perwakilan dari Inspektorat Josep Ganjur, menyarankan untuk menindak lanjuti polemik ini, “kita harus mempertimbangkan dengan matang, sebetulnya itu adalah hak prerogatif Kepala Desa untuk merelokasi bangunan-bangunan liar itu,”tandas Ganjur.

Didesak Kades Sumberame Suep, kapan rencana realisasi penggusuran itu? para Tim dari OPD Pemkab Gresik tersebut menjawab, “masih menunggu hasil rapat,”tegasnya.

“Untuk realisasi penggusuran bangunan liar yang bandel tersebut, kita akan sampaikan ke pimpinan dulu setelah kita lakukan rapat bersama, nanti Pak lurah saya kabari,”ujar Nurul Mukhid Kabid administrasi dan Pemerintahan Desa itu.

Di penghujung acara, tim dari OPD Pemkab diminta wartawan untuk memberikan statemen, apa misi kunjungan tersebut. Dari masing-masing perwakilan tim jawabannya sama,” terkait hal ini kita tidak berikan komentar, nunggu hasil rapat,” ujarnya.(Irwan_kanalindonesia.com)