Pembobol Counter HP Tertangkap Berkat Rekaman CCTV

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Anggota Resmob Polres Ponorogo mengamankan AM warga Bekauhuni, Lampung Selatan, pelaku pembobolanan counter handphone Arto Moro yang berada di seputaran Jalan Diponegoro, Ponorogo, Rabu(07/04/2021).

Pelaku berhasil ditangkap di daerah asalnya yaitu di Bekauhuni, Lampung Selatan.

Dalam aksinya tersebut, pelaku berhasil masuk dengan cara membobol plafon dan menggondol 28 handphone berbagai merk dan satu buah laptop.

Dari hasil interogasi, pelaku mengaku melakukan aksinya pada 31 Maret 2021 lalu, disaat tengah malam dan counter handphone sudah tutup.

Sebelum beraksi, pelaku yang juga mantan residivis kasus serupa tersebut telah melakukan survey lokasi dengan cara berpura-pura menjadi pembeli.

Dihadapan polisi, bapak satu anak ini nekat melakukan aksi pencurian mengaku butuh biaya untuk membayar hutang sebesar Rp60 juta, apalagi paska keluar dari Rutan Tasikmalaya yang bersangkutan menganggur.

Baca:  Cabuli Gadis di Bawah Umur, Pria Sampung Ponorogo Dicokok Polisi

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti 26 handphone dan 1 unit laptop dengan nilai jual diperkirakan sebesar Rp175 juta.

“Saya lewat warung samping yang kosong masuk gang, kemudian naik atap, terus naik keatas, kemudian membobol plafon untuk masuk,” ucap pelaku.

Pelaku hanya sehari di wilayah Kabupaten Ponorogo.

Sementara itu, IPDA Guling Sunaka, Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Ponorogo mengatakan,” jadi berdasarkan olah TKP terkait dengan laporan tersebut kita mengambil beberapa alat bukti termasuk rekaman CCTV dan dari keterangan saksi-saksi, kemudian kita melakukan penyelidikan dan mencari sumber informasi yang sudah masuk ke kita. Dari 28 unit handphone itu kita bisa mengamankan 26 unit beserta 1 unit laptop merk asus. Kalau diuangkan kurang lebih Rp175 juta,”terangnya.

Baca:  Masuki Musim Tanam, Babinsa Pulung Ponorogo Dampingi Petani Olah Lahan

Atas perbuatanya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.(KI-01)