Sengaja Merusak Papan Peringatan Larangan Mendirikan Bangunan Liar di Desa Sumberame, Pidana Menanti !

GRESIK, KANALINDONESIA.COM : Tindak lanjut dari kunjungan Tim OPD Pemerintah Kabupaten Gresik pada Rabu (7/4/2021) lalu, terkait terhambatnya pembangunan pasar Desa Sumberame Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik, Jatim.

Pada Jum’at pagi (9/4/2021) perangkat Desa Sumberame di dampingi oleh Babhinkamtibmas, Babhinsa dan Satpol-PP Kecamatan, memasang sejumlah papan peringatan yang esensinya” di larang membangun bangunan berupa apapun di sepanjang jalan poros desa”.

Hal ini di lakukan oleh Pemdes Sumberame karena ada sejumlah pemilik bangunan liar yang sengaja menolak untuk di relokasi.

Kepada reporter Kanalindonesia.com, Sugeng Suparman salah satu pemilik bangunan liar mengatakan,” kalau memang di tertibkan semua harus di tertibkan, kenapa yang sebelah utara saja,”ucapnya.

Baca:  KH. Asep Saifudin Chalim: Sambutan Baik, Hingga Mendukung dan Memberi Wejangan- Wejangan kepada Anis.

Sugeng mengaku bahwa ia adalah warga asli pribumi desa setempat.

Sugeng pun mengaku kalau ada surat edaran dari desa, tentang rencana relokasi warungnya. Dan itu di akui Sugeng, surat edaran itu sampai tiga kali.

Kepada wartawan perangkat Desa Sumberame Kaur Perencana Junaidi membenarkan para pemilik bangunan liar tersebut sudah di beri surat edaran relokasi beberapa kali, namun masih saja tidak merespon.

“Kami sudah layangkan surat edaran sosialisasi relokasi area tersebut, namun belum ada respon,”paparnya.

Junaidi menambahkan,” di poin 7 surat pernyataan, di sebutkan kepada pemilik bangunan liar itu, kalau sewaktu-waktu aset tersebut di butuhkan oleh desa, pihak ke dua ( pemilik bangunan) dengan rela membongkar bangunannya sendiri dan tidak mendapatkan ganti rugi,”tandasnya.

Baca:  Semen Indonesia, #MembangunKebaikan melalui Media Sosial

Perkembangan terbaru terkait bangunan liar itu, bahwa, warung-warung tersebut tidak hanya di pakai untuk mencari income, namun juga di gunakan tempat tinggal.

“Memang benar, warung-warung itu tidak hanya di pakai jualan saja, namun juga di gunakan untuk tempat tinggal ,” kata Kades Sumberame H.Suep Wahyudi.

Anggota Polsek Wringinanom Aipda Adi Santoso menyampaikan, kalau memang ada yang dengan sengaja merusak papan peringatan itu, bisa di kenakan pasal 406 KUHAP tentang pengrusakan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.