Dawet Jabung, Asal-Usul Nama Kampung Dawet dan Mitos Penyajiannya

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Berbicara tentang kuliner di Ponorogo tentu sudah tidak asing lagi dengan Dawet Jabung. Terletak di perempatan Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, sekitar 10 kilometer dari Kota Ponorogo menuju arah Pondok Modern Gontor, minuman tradisional ini disajikan dengan kuah santan dan gula merah dengan isian tape dari ketan hitam, cendol, dan gempol yang berbahan dasar tepung beras, memiliki cita rasa manis dan gurih, sangat cocok dijadikan menu pembuka puasa.

Dengan harga Rp 4.000 pembeli dapat menikmati kesegaran semangkuk Dawet Jabung.
Belum ada kejelasan kenapa dawet ini disebut Dawet Jabung. Namun penjual menyatakan hal ini karena pengaruh wali santri dari Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pondok Pesantren Walisongo Ngabar.

Baca:  Sego Gegok Makanan Tokoh Warok Rasa Petir

“Pengaruhnya dari Pondok Gontor dan Pondok Ngabar, wali santri yang berkunjung, mengenal dari mulut ke mulut. Jadi terkenalnya Dawet Jabung ya karena itu,” ujar Sri Astutik salah satu penjual Dawet Jabung.

Ada yang unik dari penyajian dawet ini. Konon katanya bila seorang pria mengambil tatakan mangkuk nya, berarti pria itu menyunting sang penjual. Dan bila penjual menyerahkan tatakannya berarti bersedia dinikahi. Namun ini hanyalah mitos belaka.

“Itu cuman mitos sekarang kan penjualnya sudah tua masa mau nikah lagi,” jelasnya.

Meskipun mitos tersebut sudah tidak terlalu menjadi acuan bagi para penjual Dawet Jabung, namun para penjual masih memegang teguh cara penyajian dawet tersebut.(Rara)

Baca:  Inilah Jadwal Ponorogo Festival Topeng dan Folklore Internasional