Longsor Ponorogo, Koramil 17/ Pulung Kodim 0802/Ponorogo Bersama Tim SAR Gabungan Bantu Evakuasi Korban.

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO : Tim SAR gabungan dari Koramil 17/Pulung Kodim 0802/Ponorogo, Polsek Pulung, Tagana, BPBD Ponorogo, Dinas Kesehatan dibantu relawan dan masyarakat setempat terus melakukan evakuasi korban longsor di Dusun Tangkil Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur. Pada pukul 08.00 Wib tebing setinggi 100 meter longsor, Sabtu (01/04/2017).

Tim SAR gabungan berhasil menemukan 1 korban jiwa dalam kondisi meninggal dunia. Diperkirakan 38 orang masih tertimbun longsor. Material longsoran memanjang dari bukit sekitar 800 meter, dan tinggi sekitar 20 meter. 23 rumah terdampak oleh longsor, ada yang tertimbun, rusak berat dan sebagian rusak.

“Menurut keterangan warga masih sekitar 22 orang jiwa dan 16 orang pekerja panen Jahe yang tertimbun tanah longsor. Totalnya sekitaran 38 orang,”terang Komandan Kodim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Slamet Sarjianto.

Menurut Dandim, ada sekitar 17 orang warga dengan kondisi luka-luka sudah dievakuasi ke Puskesmas Pulung.

Kronologi kejadian longsor ditandai oleh bunyi gemuruh pada pukul 07.30 Wib. Sebagian masyarakat terdampak menyelamatkan diri ke tempat yg lebih aman. Kemudian pada pukul 08.00 Wib bencana longsor terjadi disertai dengan suara gemuruh menerjang 2 lingkungan RT yakni RT.02 dan RT.03/RW 01 yang terdiri dari 23 rumah penduduk dan ladang masyarakat dengan jumlah jiwa sekitar 50 orang jiwa, sebagian masyarakat berhasil menyelamatkan diri. Dan sekitar 17 orang luka-luka, dirawat di Puskesmas Pulung.

Menurut keterangan warga dan BPBD Ponorogo masih ada sekitar 22 orang jiwa dan 15 orang pekerja panen Jahe yang tertimbun tanah longsor. 1 korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan diperkirakan 26 korban masih dicari.

Sejumlah hewan ternak milik masyarakat diperkirakan ikut tertimbun material longsor.

Tanda-tanda longsor sudah diketahui masyarakat sejak 20 hari yang lalu. Hujan deras menyebabkan munculnya retakan-retakan di perbukitan. Dari peta rawan longsor, Desa Banaran merupakan daerah bahaya tinggi longsor. Sejak adanya tanda-tanda longsor masyarakat mengungsi sementara pada malam hari. Pada siang hari kembali ke rumah melakukan aktivitas sehari-hari. Jumat malam silam (31/03) terjadi hujan lebat namun tidak terjadi longsor. Saat Minggu pagi masyarakat kembali ke rumah terjadi longsor.

BPBD dan aparat telah memberikan arahan kepada masyarakat untuk menjauh dari lokasi longsor mengingat kondisi tanah masih labil, dan kemungkinan bisa terjadi longsor susulan.

Pada pukul 16.00 Wib Tim SAR gabungan menghentikan pencarian korban karena hujan.  Kondisi cuaca dan medan yang labil dikhawatirkan dapat menimbulkan longsor susulan. Kebutuhan mendesak adalah alat berat. Namun akses jalan menuju lokasi jalannya sempit dan sulit.

Tim Reaksi Cepat BNPB bersama BPBD Provinsi Jawa Timur membantu penanganan darurat, karena hujan di malam hari pencarian di tunda sampai esok pagi. (ery ns)