Ponpes di Jombang ini Ajarkan Kitab Kuning Pakai Bahasa Inggris

Ponpes Al Aqobah Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Banyak cara mengaplikasikan metode belajar di lingkungan pondok pesantren. Salah satunya seperti yang terjadi di Pondok Pesantren Al- Aqobah, yang menawarkan metode belajar berbeda.

Di Ponpes ini, santri yang belajar Kitab Kuning, diajarkan menggunakan bahasa inggris. Pengajian dengan metode yang tidak biasa di lingkup Ponpes ini di gagas oleh Ustaz Kanzul Fikri, juga salah satu pengasuh Ponpes Al-Aqobah, Jombang, di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Gus Fikri, sapaan akrabnya ini menyebut, awal mula muncul gagasan dan ide, berawal dari kegiatan ekstra kulikuler pondok dan sekolah yang mewajibkan santri berbahasa asing.

Lalu, dirinya pun tertarik untuk menerapkan metode tersebut dalam pembelajaran Kitab Kuning, untuk diintegrasikan ke dalam dunia santri.

Baca:  Fraksi Golkar : Interpelasi Hanya Bikin Gaduh Bikin Kepercayaan Nasabah Bank Jatim Berkurang

“Kebetulan disini ada kelas bahasanya, kemudian kami juga ingin mengantarkan santri untuk berdakwah di luar negeri tidak hanya di dalam negeri saja,” ucapnya, Minggu (19/4/2021).

Ia melanjutkan, kajian kitab kuning menggunakan bahasa inggris, merupakan cara pesantren melatih santri menggabungkan tiga kemampuan berbahasa dan sudah berjalan sejak tahun 2010 yang lalu.

Hal itu pun efektif mengembangkan kemampuan santri dalam hal berbahasa. Sebab itu, lalu setiap bulan Ramadan rutin laksanakan di pesantren.
Meski, pengajaran menggunakan bahasa Inggris,ha tersebut sama sekali tidak menghilangkan ciri khas dari kitab kuning tersebut.

“Kami mulai dengan kitab yang ringan-ringan dulu yang sudah biasa dikaji oleh santri. Dengan tujuan santri lebih mudah memahaminya,” katanya.

Baca:  Satpol PP Tertibkan APK, Masih Banyak Baner yang Terlewat

Teknis pembelajarannya, suapaya santri bisa memahami apa yang disampaikan, setiap makna dalam kalimat yang ditulis dalam kitab kuning, dijelaskan dengan menggunakan tiga bahasa yaitu Indonesia, Arab dan Inggris.

“Praktiknya tetap pakai kaidah kitab kuning. Artinya kita masih sama menggunakan istilah dan tanda pada kitab kuning biasanya kayak ‘utawi, iki, iku’,” tukas pria lulusan Pondok Gontor ini.

Seperti yang diketahui, pengajian kitan kuning di pesantren salaf umumnya hanya disampaikan dengan bahasa Jawa atau Indonesia.(GIT)