Jelang Lebaran, Tak Terpengaruh Pandemi, BI Kediri Tambah Pasokan Uang Layak Edar Baru CapaiTriliunan

KEDIRI, KANALINDONESIA.COM: Meski pelaksanaan bulan suci Ramadhan baru berjalan 10 hari, KPW BI Kediri telah menyiapkan uang layak edar baru sebanyak Rp2,76 trilun. Meski pandemi, ketersediaan uang layak edar baru yang disiapkan tahun ini cenderung mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun lalu.

” Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, KPW BI Kediri memperkirakan akan terjadi peningkatan outflow yang lebih dalam seiring peningkatan kebutuhan uang tunai. Untuk merespon hal tersebut telah disiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebanyak Rp2,76 triliun. Angka tersebut meningkat 15 persen dibandingkan tahun lalu, ” terang Sofwan Kurnia kepala Bank Indonesia Kediri.

Pendistribusian uang layak edar baru, akan dilaksanakan melalui perbankan maupun kegiatan kas keliling. Adapun penukaran ULE dilayani melalui perbankan di 83 kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah kerja.

Baca:  Rumah Loundry di Trenggalek Terbakar

Penukaran uang layak edar dapat juga dilakukan secara kolektif dengan mekanisme penarikan melalui tabungan yang didahului dengan konfirmasi melalui form.

Disamping itu, KPW BI Kediri telah melakukan percepatan dan perluasan penukaran UPK ( Uang Peringatan Kemerdekaan) Rp 75.000,-. Masyarakat dapat melakukan pemesanan penukaran UPK 75 menggunakan 1 KTP untuk mendapatkan penukaran maksimal 100 lembar dan dapat kembali melakukan penukaran pada hari yang berbeda.

Penukaran Uang Tidak Layak Edar (UTLE) oleh masyarakat dilayani setiap hari Kamis sebagaimana jadwal operasional KPW BI Kediri.

” Saya menghimbau agar masyarakat senantiasa melakukan penukaran ULE di loket perbankan agar terhindar dari risiko uang palsu. KPW BI Kediri juga menjamin tidak ada fee untuk penukaran ULE yang dilakukan melalui loket resmi perbankan,”h imbau Sofwan Kurnia.

Baca:  Penjualan Kerudung Gresik

Karena masih dalam masa panderni COVID-19, masyarakat disarankan agar senantiasa bertransaksi menggunakan sarana pembayaran non-tunai.

Masyarakat dapat memanfaatkan internet dan mobile banking untuk bertransaksi dalam nominal besar.