Saksi Tergugat: Asalnya Hutang Belanjaan Sita Tanah Pekarangan

MOJOKERTO, KANALINDONESIA.COM : Sidang lanjutan sengketa tanah dengan agenda menggali keterangan saksi dari tergugat, Tawar (56) warga Dusun Karangnongko Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, yang bersengketa dengan Hj.Lilik Nafidah, Kamis(22/04/2021)

Di hadapan majelis hakim ketua, saksi pertama Sutrisno (56) warga Dusun Karangnongko ( tempat tinggalnya hanya beda RT dengan Tawar) mengatakan, kalau tanah yang disengketakan antara Tawar dan Lilik berawal dari hutang piutang.

“Kalau cerita dari Tawar, asal muasal dari perkara ini adalah hutang belanjaan (barang), lantas mbak Lilik menyita pekarangan Tawar,” jawab Sutrisno saksi pertama, saat ditanya Majelis Hakim ketua.

Saksi pertama menambahkan,” pekarangan yang jadi sengketa itu, sebelum disita Lilik, sudah ada bangunanya berbentuk pondasi, yang mbangun Tawar, pada saat itu saya juga ikut membantu mbangun,”papar Sutrisno dengan logat ciri khas orang desa.

Baca:  Cegah Peredaran Narkoba, Sejumlah Sekolah Di Mojokerto Disidak

Sutrisno (saksi pertama) juga menjelaskan, kalau tanah sengketa yang saat ini berdiri bangunan rumah tersebut, menjadi milik Riyadi, bukan milik Hj.Lilik lagi.

Keterangan tersebut diperoleh dari Tawar, saat menegur Riyadi pada waktu membangun rumah pada saat itu (pada saat Riyadi membangun rumah di pekarangan yang jadi sengketa saat itu).

Keterangan tersebut berbeda dengan keterangan saksi dari penggugat pada sidang sebelumnya.

Pada sidang sebelumnya, saksi dari penggugat, Riyadi mengatakan kalau rumah yang dihuni saat ini bukan miliknya, melainkan milik Hj. Lilik, Riyadi mengaku kalau ia hanya pelaksana (istilahnya Riyadi- red).

Pada saat itu, Riyadi juga memberikan kesaksian, pada agenda sidang menggali keterangan dari penggugat. Bahwa ia mengaku kalau awal mula dari polemik ini, adalah hutang piutang antara Tawar dan Lilik, dan bangunan yang berdiri di atas tanah sengketa itu yang membangun dirinya dibantu Tawar.

Baca:  Jika Pemerintah Konsisten, Omnibus law Peluang Menjanjikan Bagi UMKM

Hal ini menguatkan kalau Tawar tidak pernah ada transaksi jual-beli dengan Lilik.

Keterangan saksi kedua memperkuat keterangan saksi pertama, walaupun dalam menjawab pertanyaan dari Majelis Hakim terbata-bata, saksi kedua Rantam warga Karangnongko mengatakan asal muasal masalah tersebut adalah hutang piutang.

“Asale niku ngeten, tanah niku disita Kaji Lilik, nanging, yen yogane Tawar pun ageng dikengken nebus maleh (Jawa-red), pekarangan itu disita Kaji Lilik, namun, ketika anaknya Tawar sudah beranjak besar disuruh nebus lagi,” jawab Rantam memberikan kesaksian di hadapan majelis hakim dengan bahasa Jawa.(Irwan_kanalindonesia.com)