Bupati Kediri Kumpulkan Kades se Kecamatan Mojo untuk Dengar Aspirasi

KEDIRI, KANALINDONESIA.COM: Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa melakukan pertemuan dengan seluruh Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Mojo. Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sarasehan dan tanya-jawab tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Petungroto.

Dalam pertemuan tersebut, para Kades menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi. Diantaranya terkait dengan jalan alternatif Kediri – Tulungagung melalui Kecamatan Mojo yang sempit dan rusak. Mereka meminta agar pemerintah segera memperlebar.

Terkait kondisi jalan yang dikeluhkan, Mas Bup, sapaan akrab Bupati Kediri Hanindhito Pramana mengakuinya. Menurutnya, setelah Jembatan Wijaya Kusuma dibuka, arus lalu lintas di jalan alternatif Kediri – Tulung Agung meningkat. Dampak lainnya, jalan mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Baca:  Lagi, Seorang Pelajar Diamankan Polisi saat Hendak Curi Kotak Amal Mushola Al-Untung Perak

“Tentang perluasan jalan cukup banyak saya soroti. Sejak Jembatan Wijaya Kusuma dibuka, kini banyak truk lewat dan jalan semakin rusak serta terjadi kecelakaan. Maka, saya akan koordinasi dengan Dishub terkait hal ini,” jawab Mas Bup dihadapan 20 orang Kades.

Sebagaimana diketahui, Jembatan Wijaya Kusuma mulai dibangun, pada Mei 2017 dengan total biaya mencapai Rp 32,77 miliar. Pembangunan memakan waktu selama satu tahun. Kemudian pada tahun berikutnya, jembatan diresmikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Jembatan Wijaya Kusuma yang sebelumnya dikenal dengan nama Jembatan Ngadiluwih tersebut untuk meningkatkan konektivitas antara Wilayah Timur dan Barat. Tepatnya antara Kecamatan Mojo dan Ngadiluwih di Kabupaten Kediri yang dipisahkan oleh Sungai Brantas.
Keberadaan jembatan sangat dirasakan oleh para petani yang membawa hasil panennya serta para pedagang asal Ngadiluwih yang berjualan di Pasar Mojo, maupun sebaliknya.

Baca:  Caleg Pasang Poster Dipaku di Pohon, Pemerhati Ajak Tidak Coblos

Sementara itu, selain jalan alternatif Kediri – Tulungagung, kades juga bertanya tentang pengembangan wisata di wilayah Kecamatan Mojo. Kawasan hutan yang masih prawan alias alami dengan berbagai potensi yang dimiliki sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi obyek wisata terpadu. Para kades ingin agar Mas Bup membuat konsep wisata di kawasan itu.

Persoalan lainnya yang diutarakan oleh Kades adalah minimnya lembaga pendidikan jejang SMP di wilayah Kecamatan Mojo. Sedangkan jumlah pelajar yang ada cukup banyak. Akibatnya, banyak siswa di wilayah ini yang kesulitan mendapatkan sekolah, karena terkendala program PPDB berbasis zonasi.

Sementara itu, pertemuan antara Mas Bup dan Mbak Dewi bersama para Kades di Wilayah Kecamatan Mojo ini ditutup dengan agenda shalat magrib berjamaah dan buka bersama. Suasana tampak guyub-rukun antara kepala daerah dengan kades. Hadir pula dalam agenda pertemuan ini, aparat kepolisian dari Polsek Mojo dan Koramil Mojo serta pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat.(ADV)

Baca:  Sebagai Gong Muscab II, Hanura Kabupaten Kediri Pilih H Ahmad Kholik Effendi