Kesal Diejek dan Dihina, Trainer Fitnes di Surabaya Tikam Member Usai Latihan

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Tak terima lantaran kerap dihina, seorang trainer Fitnes Araya Family Club, Jalan Arif Rahman Hakim B1, No.12 Kelurahan Keputih Surabaya membunuh membernya bernama Fardy Candra (46) pada Senin (26/4/2021) pagi.

Dari keterangan Kapolsek Sukolilo, Kompol Subiyantana, pelaku itu bernama Eren (38) kini telah diamankan di Mapolsek Sukolilo.

“Korban ditusuk menggunakan pisau. Fardy tewas dengan luka tusukan dibagian punggung dan leher,” terang Subiyantana kepada Kanalindonesia.com, (26/4).

Ketika diinterogasi, pelaku mengaku kepada polisi motif dibalik kejadian tersebut merupakan dendam lama. Dimana si pelaku sering dihina oleh korban.

“Pengakuan pelaku katanya dia sering diejek, diledekin korban. Dendam ini sudah disimpan, tapi kini baru ia luapkan dengan membeli pisau dan menusuk korban,” tandasnya.

Pembunuhan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB, berawal Eren mendatangi korban yang sedang latihan di fitnes Araya Family Club lantai 2. Disana pelaku marah kepada korban karena sering di bully atau menghina dirinya.

Pertengkaran pun berlanjut, tepatnya di halaman depan waktu itu Fardy hendak pulang seusai latihan. Tiba-tiba Eren menarik korban dan memiting leher dari belakang, kemudian menusuk punggung dan leher korban berkali-kali.

“Setelah cekcok, pelaku membeli pisau di swalayan sekitar lokasi. Awalnya bertengkar, dan posisinya pelaku sudah membawa pisau yang ia persiapkan. Ditikamnya di pintu masuknya club house itu lantai pertama. Kan korban mau pulang,” beber Subiyantana.

Pada saat itu, Lanjut Subiyantana security setempat yang mengetahuinya langsung melaporkan kejadian ke polisi dan membawa korban ke RS Haji Surabaya. Namun setiba disana, Fardy sudah meninggal dunia.

Selain pelaku, polisi mengamankan pisau yang berlumuran darah beserta sarung pisaunya di TKP, sepatu milik pelaku merek Nike, 2 handuk berlumuran darah, CCTV di TKP, mobil Toyota Fortuner L-1211-F milik korban, mobil Honda Brio hitam Nopol L-1987-TQ, dan buku daftar tamu terdata atas nama pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 dan atau Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ady